Tujuan Penelitian Pendidikan (Telaah Penelitian Creswell)

Tujuan Penelitian Pendidikan 

Riset merupakan langkah sistematis dalam upaya membongkar permasalahan. Riset ialah penelaahan terkontrol yang memiliki 2 perihal pokok ialah logika berpikir serta informasi ataupun data yang dikumpulkan secara empiris( Sudjana, 2001). Logika berpikir nampak dalam langkah- langkah sistematis mulai dari pengumpulan, pengolahan, analisis, pengertian serta pengujian informasi hingga diperolehnya sesuatu kesimpulan. 

Data dikatakan empiris bila sumber informasi mengambarkan kenyataan yang terjalin bukan hanya pemikiran ataupun rekayasa periset. Riset mencampurkan metode berpikir rasional yang didasari oleh logika/ penalaran serta metode berpikir empiris yang didasari oleh kenyataan/ realita.

Creswell( 2012), mengatakan tujuan dari riset merupakan buat tingkatkan praktek pembelajaran, periset menekuni permasalahan mereka sendiri ataupun permasalahan di sekolah ataupun area pembelajaran. Pendidik ikut serta dalam refleksi tentang permasalahan ini, mengumpulkan serta menganalisis informasi, serta mempraktikkan pergantian ataupun suatu rencana aksi bersumber pada penemuan mereka. Dalam sebagian permasalahan, hasil riset membongkar permasalahan instan lokal, semacam permasalahan kelas buat guru.

Sehingga dari riset terdapatnya hasil, suatu yang diperolah sehabis riset berakhir, suatu yang hendak dicapai/ dituju, rumusan tujuan mengatakan kemauan peniliti buat mendapatkan jawaban atas kasus riset yang diajukan. Oleh karenanya, rumusan tujuan wajib relevan dengan bukti diri permasalahan yang ditemui, rumusan permasalahan serta mencerminkan proses riset.

Terpaut dengan ilmu pengetahuan, bisa dikemukakan 3 tujuan universal riset ialah:

1. Tujuan Eksploratif, Riset dilaksanakan buat menciptakan suatu( ilmu pengetahuan) yang baru dalam bidang tertentu. Ilmu yang diperoleh lewat riset betul- betul baru belum sempat dikenal tadinya.

2. Tujuan Verifikatif, Riset dilaksanakan buat menguji kebenaran dari suatu( ilmu pengetahuan) yang sudah terdapat. Informasi riset yang diperoleh digunakan buat meyakinkan terdapatnya keraguan terhadap data ataupun ilmu pengetahuan tertentu.

3. Tujuan Pengembangan, Riset dilaksanakan buat meningkatkan suatu( ilmu pengetahuan) yang sudah terdapat. Riset dicoba buat meningkatkan ataupun memperdalam ilmu pegetahuan yang sudah terdapat.( Creswell, 2012)

Semacam sudah dikemukakan kalau pada dasarnya riset itu dicoba dengan tujuan buat memperoleh informasi yang antara lain bisa digunakan buat membongkar permasalahan. Buat itu tiap riset yang hendak dicoba wajib senantiasa berangkat dari permasalahan. Riset murni maupaun terapan, seluruhnya berangkat dari permasalahan, cuma buat riset terapan, hasilnya langsung bisa digunakan unruk membuat keputusan.

Apabila dalam riset sudah bisa menciptakan permasalahan yang betul- betul permasalahan, hingga sesungguhnya pekerjaan riset itu 50% sudah berakhir. Oleh sebab itu menciptakan permasalahan dalam riset ialah pekerjaan yang tidak gampang, namun sehabis permasalahan bisa ditemui, hingga pekerjaan riset hendak lekas bisa dicoba.

Permasalahan ialah kesenjangan( gap) yang wajib diisi ataupun sekurangnya dipersempit. Permasalahan memunculkan celah( void) ruang ketidaktahuan. Permasalahan merupakan kesenjangan antara harapan( das sollen) dengan realitas( das sein), antara kebutuhan dengan yang ada, antara yang sepatutnya( what should be) dengan yang terdapat( what it is)( Suryabrata, 2010). Riset dimaksudkan buat menutup kesenjangan( what can be).

Permasalahan bisa berasal dari bermacam sumber. Bagi James H. MacMillan serta Schumacher dalam( Hadjar, 1996: 40- 42), permasalahan bisa bersumber dari observasi, dedukasi dari teori, pembahasan kepustakaan, permasalahan sosial yang lagi terjalin, suasana instan serta pengalaman individu. 

Tiap- tiap bisa dipaparkan selaku berikut:

1)Observasi

Observasi ialah sumber yang kaya permasalahan riset. Mayoritas keputusan instan didasarkan atas praduga tanpa didukung oleh informasi empiris. Permasalahan riset bisa dinaikan dari hasil observasi terhadap ikatan tertentu yang belum memiliki bawah uraian yang mencukupi serta cara- cara teratur yang dalam melaksanakan sesuatu aksi didasarkan atas otiritas ataupun tradisi. Penyelidikan bisa jadi menciptakan teori baru, saran pemecahan permasalahan instan serta mengenali variabel yang belum terdapat dalam bahasan litelatur.

2)Dedukasi dari teori

Teori ialah konsep- konsep yang masih berbentuk prinsir- prinsip universal yang pelaksanaannya belum bisa dikenal sepanjang belum diuji secara empiris. Penyelidikan terhadap permasalahan yang diangkap dari teori bermanfaat buat memperoleh uraian empiris aplikasi tentang teori.

3)Kepustakaan

Hasil riset bisa jadi membagikan saran perlunya dicoba riset ulang( replikasi) baik dengan ataupun tanpa alterasi. Replikasi bisa tingkatkan validitas hasil riset serta keahlian buat digeneralisasikan lebih luas. Laporan riset kerap pula mengantarkan saran kepada periset lain tentang apa yang butuh diteliti lebih lanjut. Perihal ini pula jadi sumber buat memastikan permasalahan yang memastikan permasalahan yang butuh dinaikan buat diteliti.

4)Permasalahan sosial

Permasalahan sosial bisa pula jadi sumber permasalahan riset. Misalnya: seringnya jadi perkelahian siswa antar sekolah bisa menimbulkan persoalan tentang daya guna penerapan pembelajaran moral serta agama dan pembinaan perilaku disiplin. Banyaknya pengangguran lulusan akademi besar memunculkan persoalan tentang kesesuaian kurikulum dengan kebutuhan warga.

5)Suasana praktis

Dalam pembuatan keputusan tertentu, kerap menekan buat dicoba riset evaluatif. Hasil sangat dibutuhkan buat dijadikan bawah pembuatan keputusan lebih lanjut.

6)Pengalaman pribadi

Pengalaman individu bisa menimbulkan permasalahan yang membutuhkan jawaban empiris buat memperoleh uraian yang lebih mendalam.

Persoalan yang mendasar yang diajukan oleh kebanyakan yang mau mempelajari permasalahan riset buat mencari jawaban diawali dari“ Gimana aku menciptakan permasalahan riset?” Walaupun tidak terdapat metode yang spesial yang tentu buat menciptakan sesuatu persoalah, terdapat sebagian sumber yang bisa digunakan buat mengawali memahami permasalahan.

Sumber- sumber tersebut merupakan Pengalaman, Berfikir deduksi dari teori- teori dan literatur yang relevan dengan riset. Seterusnya berfikir induksi dari fenomena- fenomena yang berlaku secara empiris. Tiap sumber- sumber tersebut memiliki kelebihan serta kekurangan. Gabungan sumber- sumber secara simultan bisa digunakan buat mengawali memahami sesuatu permasalahan riset.

Creswell( 2012: 3) mengatakan“ Research is a process of steps used to collect and analyze information to increase our understanding of a topic or issue., yang maksudnya riset merupakan proses ataupun langkah- langkah yang digunakan dalam mengumpulkan serta menganalisa data buat tingkatkan uraian sesuatu topik ataupun permasalahan. Landasan Riset, Sekurang- kurangnya terdapat 4 karena yang melatarbelakangi kenapa riset itu butuh dicoba, ialah:( 1) Pemahaman keterbatasan pengetahuan, uraian, serta keahlian( 2) Pemenuhan rasa mau ketahui;( 3) Pemecahan permasalahan; serta( 4) Pemenuhan pengembangan diri. Creswell dalam bukunya“ Research Design”, desain riset dipilah jadi 2 kalangan besar ialah desain riset kualitatif serta desain riset kuantitatif. Riset kualitatif merupakan riset yang berupaya menganilis informasi berbentuk angka, kalimat, foto, sikap, yang bertabiat alami( alamiah).

Daftar Rujukan

Ruslan,Rosady.2008. Manajemen Public Relatoins & Media Komunikasi.Jakarta : PT Rajagrafindo Persada

Sudjana, N. dan Ibrahim, R. 2001 .Penelitian dan Penilaian Pendidikan, Bandung: Sinar Baru Algesindo

Sugiyono (2004), Metode Penelitian Bisnis, Bandung : CV. Alfabeta


Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Tujuan Penelitian Pendidikan (Telaah Penelitian Creswell)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel