Pilar Proses Pembelajaran : Situasi Pendidikan dalam Keilmuan Pendidikan

A. Pilar  Proses Pembelajaran

Dalam pelaksanaannya, proses pembelajaran merupakan usaha sadar terencana oleh pendidik agar peserta didik mencapai tujuan pendidikan. Proses pembelajaran yang berciri tiga dimensi itu memerlukan perangkat pendidikan yang didukung oleh dua pilar, yang disini di sebut kewibawaan dan kewiyataan. 

    1. Kewibawaan 

Kewibawaan merupakan perangkat hubungan antar personal yang mempertautkan peserta didik dengan pendidik dalam situasi pendidikan. Melalui kewibawaan ini, hungan antara keduanya merupakan relasi social yang mewarnai keunikan situasi pendidikan secara mendasar. Dengan kewibawaan pendidik memasuki pribadi pesrta didik, dan peserta didik mengarahkan dirinya kepada pendidik.

        a. Pengakuan dan penerimaan

Pengakuan dan penerimaan adalah kesadaran dan pemahaman pendidik tentang  segenap kandungan HMM yang sepenuhnyamelekat pada diri peserta didik. Atas dasar kesadaran dan pemahaman itu pendidik menghadapi dan memberikanperlakuan terhadap peserta didik sesuai dengan HMM demi teraktualisasikannya hakikat mansia melalui pengembangan dimensi kemanusiaan dan pancadayanya secara optimal.kesadaran dan pemahaman pendidik yang bermuara pada penyikapan dan perlakuan terhadap peserta didik itu harus sedemikian rupa terwujudkan sampai peserta didik benar benar di aktualisasikan oleh peserta didik 

        b. Kasih saying dan kelembutan 

Kasih sayang dan kelembutan merupakan warna dan kualitas hubungan yang berawal dari pendidik kepada peserta didik, dalam bentuk komunikasi dan sentuhan sentuhan lainnya. Hubungan ini, yang dasarnya adalah penerimaan dan pengakuan, dioperasional dalam nuansa nuansa sosio emosional yang sejuk, hangat, dekat,  akrab dan terbuka.

        c. Penguatan 

Sebagaimana makna dasarnya, penguatan merupakan upaya pendidik untuk menguatkan, memantapkan atau meneguhkan hal-hal tertentu yang ada pada diri peserta didik. Apa yang di kuatkan tidak lain adalah hal-hal positif yang ada pada peserta didik, terutama tingkah laku positif yang merupakan hasil perubahan berkat upaya pengembangan diri peserta didik. Penguatan dilakukan pendidik melalui pemberian penghargaan secara tepat yang di dasarkan  pada prinsip-prinsip pengubahan tingkah laku.

        d. Tindakan tegas yang mendidik

Sepintas terasa ada kontradiksi  tindakan tegas yang mendidik dengan sikap dan perlakuan kasih sayang dan kelembutan,Tidak demikian adanya. Tindakan tegas yang mendidik adalah upaya pendidik untuk mengubah tingkah lakupeserta didik yang kurang di kehendaki melalu penyadaran peserta didik atas kekeliruan dengan tetap menjunjung tinggi HMM dan hubungan baik antara pendidik dan pesrta didik.dengan TMM itu pendidik konsisten terhadap HMM, tujuan pendidikan, pengakuan dan penerimaan, serta kasih sayang dn kelembutan terhadap peserta didik.

        e. Pengarahan dan keteladanan 

Keteladanan merupakan puncak penampilan pendidik terhadap peserta didik. Seluruh penampilan pendidik yang di dasarkan pada penerimaan dan pengakuan, kasih sayang dan kelenbutan, dlam bentuk penguatan dan TMM, yang seluuhnya positif dan normative itu, di harapkan dapat di terima dan bahkan di tiru oleh peserta didik.satu hal yang menjadi kunci  bagi terlaksananya keteladanan adalah ketaatasasan penampilan pendidik dengan materi yang patut di teladani peserta didik.

    2. Kewiyataan

Pilar kedua adalah kewiyataan  yang merupakan perangkat praktik pembelajaran yang terkait langsung dengan materi pembelajaran yang di turunkan dari tujuan-tujuan pendidikan dn dilaksanakan dengan arah pengembangan pancadaya. Pengembangan dan apliksi metode pembelajaran, alat bantu pembelajaran, lingkungan pembelajaran yang keempatnya merupakan unsure praktik kewiyataan yang selanjutnya di lengkapi dengan penilaian hasil pembelajaran. Sebagimana kewibawaan, kewiyataan juga tidak boleh menyimpang dari HMM, yang berisi hakikat manusia, dimensi kemanusiaan dan pancadaya.

        a. Materi pembelajaran

Materi pembelajaran  merupakan isi atau subtansi tujuan pendidikan yang hendak dicapai peserta didik dalam pengembangan dirinya. Secara mendasar subtansi yang di maksud itu di turunkan dari khasanah HMM dalam unsure-unsur hakikat manusia, dimensi kemanusiaannya, dan secara lebih operasional, isi atau subtansujui tujuan yang dimaksud berada dalam pengembangan unsure-unsur pancadaya. Dengan kata lain, materi pembelajaran yang dikembangkan dan di usung oleh pendidik dalam prose pembelajaran adalah demi berkembangnya pancadaya, yaitu daya takwa, cipta,rasa, karsa dan karya peserta didik.

        b. Metode pembelajaran

Proses pembelajaran ibarat pendorong atau kekuatan untuk meningkatkan dan mengangkut muatan materi pembelajaran sampai ketujuan demi kepentingan peserta didik. Agar materi pembelajan itu dapat dip roses dan diolah dengan sebaik-baiknya, pendidik perlu mengaplikasikan berbagai pendekatan, metode dan cara-cara yang tepat agar materi pembelajaran dapat terjangkau, terkerjakan dan termanfaatkan secara efektif dan efisien oelh peserta didik.

        c. Alat bantu pembelajaran 

Alat bantu pembelajaran adalah berbagai sarana dan fasislitas yang dapat di gunakan pendidik untuk memperlancar, mengefektikan dan mengefisienkan upaya pencapaian tujuan pendidikan oleh peserta didik. Strategi multi media, dalam kaitannya dalam multi strategi dan multisumber yang di gunakan oleh pendidik memperkaya proses pembelajaran. Termasuk kedalam alat bantu pembelajaran adalah berbagai alat peraga langsung, buatan guru, grafis dan elektronik, serta kelengkapan laboratorium,studio dll.

        d. Lingkungan pembelajaran

Secara lebih luas dan lebih mencakup, lingkungan pembelajaran mengacu kepada berbagai subtansi yang dapat dan perlu di jadikan sumber materi pembelajaran, serta digunakan sebagai sumber perangkat metode dan alat bantu pembelajaran. Lingkungan belajar dikehendaki berada dalam kondisi cukup aman dan nyaman sehingga peserta didik beta belajar di sana. Kondisi lingkungan belajar yang sehat dan menyenangkan ibarat kondisi jasmaniah sehat bugar individu yang akan menunjang bagi penampilan invididu secara efektif dalam aktivitas kehidupannya.

        e. Penilaian hasil pembelajaran

Proses pembelajaran di selenggarakan untuk mencapai tujuan pendidikan. Pencapaian tujuan itu merupakan keberhasilan dari proses pembelajaran yang dilaksanakan., sekecil apapun hasil yang di peroleh itu. Untuk mengetahui keberhasilan yang di capai deselenggarakan penilaian. Dengan adanya penilaian kemajuan perkembangan peserta didik dapat di pantau dan selanjutnya di arahkan untuk lebih maju lagi. Penilaian hasil pembelajan di selenggarakan melalui berbagai cara dan format dengan pendekatan yang lebih bersifat pengembangan dengan memperhatikan potensi dan perbedaan individual peserta didik. Termasuk di dalam penilaian adalah upaya diagnosis, serta tindak lanjut, seperti apa yang sering d sebut pembelajaran perbaikan dan pengayaan.

B. Situasi Pendidikan dalam Sosok Keilmuan Pendidikan

Sebelumnya  telah dikemukakan bahasan singkat terhadap lima hal, yaitu har-kat dan martabat manusia, tujuan pendidikan, peserta didik, pendidik, dan proses pembelajaran yang di dalamnya termuat perangkat pendidi kan dengan dua pilar utama, yaitu kewibawaan dan kewiyataan. Subtansi dari kelima hal tersebut dapat dirangkai dan disistematiskan men jadi satu kesatuan yang membentuk sosok keilmuan pendidikan yang disebut situasi pendidikan

Sumber

Mantja, W. 2001. Bahan Ajar; Landasan-Landasan Kependidikan. Malang. Universitan Negeri Malang

Pidarta, Made. 2009. Landasan Kependidikan: Stimulus Ilmu Pendidikan Bercorak Indonesia. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Prayitno. 2009. Dasar Teori dan Praksis Pendidikan. Jakarta : Grasindo


Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Pilar Proses Pembelajaran : Situasi Pendidikan dalam Keilmuan Pendidikan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel