Perbedaan dan Permasalahan Dalam Penelitian penelitian kuantitatif dengan kualitatif

Perbedaan antara permasalahan penelitian

Permasalahan penelitian perlu dibedakan dan diakui sebagai langkah yang berbeda karena merepresentasikan permasalahan yang ditangani dalam penelitian. Dalam beberapa definisi singkat berikut ini, Menurut Creswell (2015) perbedaan di antara bagian-bagian penelitian ini:

  1. Topik penelitian adalah subjek luas yang ditangani oleh penelitian. Maria, sebagai contoh, berusaha meneliti kepemilikan senjata oleh siswa di sekolah.
  2. Permasalahan penelitian adalah isu, masalah, atau kontroversi pendidikan yang bersifat umum yang ditangani dalam penelitian, yang mempersempit topiknya. Permasalahan yang ditangani Maria adalah meningkatnya kekerasan di sekolah yang disebabkan, sebagian, oleh kepemilikan senjata.
  3. Maksud penelitian adalah niat atau tujuan utama penelitian yang digunakan untuk menangani permasalahannya. Maria mungkin menyatakan maksud penelitiannya seperti berikut ini: "Maksud penelitian saya adalah untuk mengidentifikasi faktor yang memengaruhi sejauh mana siswa membawa senjata di SMA".
  4. Pertanyaan penelitian mempersempit maksud menjadi pertanyaan pertanyaan spesifik yang ingin dijawab oleh peneliti dalam penelitiannya. Maria mungkin menanyakan, "Bagaimana teman-teman sebaya memengaruhi siswa untuk membawa senjata?"

Perbedaan antara permasalahan penelitian kuantitatif dengan kualitatif

Menurut Creswell (2015) terdapat perbedaan antara permasalahan penelitian kuantitatif dengan kualitatif yaitu: Cenderung menggunakan penelitian kuantitatif jika permasalahan penelitiannya mengharuskan Anda untuk :

  • Mengukur variabel 
  • Mengases dampak variable tersebut pada hasil
  • Menguji teori atau penjelasan luas
  • Menerapkan hasil pada sejumlah besar orang
  • Mempelajari tentang pandangan individu
  • Mengases proses dari waktu ke waktu 
  • Menghasilkan teori  berdasarkan perspektif partisipan , ·
  • Mendapatkan informasi terperinci tentang beberapa orang atau tempat penelitian

Menurut Sugiyo (2011) terdapat perbedaan yang mendasar antara permasalahan kuantitatif dan permasalahan kualitatif yaitu penelitian kuantitatif akan dipecahkan melalui penelitian harus jelas, spesifik dan dianggap tidak berubah sedangkan penelitian kualitatif yang dibawa oleh peneliti masih remang-remang bahkan gelap dan kompleks. 

Identifikasi pernyataan tentang permasalahan penelitian

Berdasarkan pendapat Creswell (2015) pernyataan tentang permasalahan memasukkan permasalahan penelitian yang mencakup empat aspek lain yaitu:

1. Topik

Topik pendidikan merupakan subjek yang ingin ditangani peneliti dalam penelitian dan yang menciptakan ketertarikan awal bagi pembaca. Pendekatan ini dapat terlalu cepat mempersempit topiknya secara tidak perlu dan kehilangan pembaca yang belum pernah meneliti atau membaca tentang plagiarisme. Alih-alih, penulis dapat mulai dengan topik ketidakjujuran di kampus yang lebih luas dan kebutuhan untuk mengeksplorasi nilai-nilai yang dipelajari mahasiswa selama belajar di college. 

Narrative hook yang baik memiliki ciri-ciri khusus berikut: membuat pembaca memperhatikan, memunculkan respons emosional atau respons sikap, membangkitkan ketertarikan, dan mendorong pembaca untuk terus membaca. Narrative hook yang meyakinkan mungkin memasukkan salah satu tipe informasi berikut atau lebih:

  1. Data statistik (misalnya, "Lebih dari 50% populasi dewasa saat ini mengalami depresi.") 
  2. Pertanyaan provokatif (misalnya, "Mengapa kebijakan sekolah yang melarang merokok di SMA tidak ditegakkan ?")
  3. Kebutuhan yang jelas untuk melaksanakan penelitian (misalnya, Penskorsan oleh sekolah menarik semakin banyak perhatian di kalangan sarjana di bidang pendidikan guru.")
  4. Niat atau maksud penelitian (misalnya, "Maksud penelitian ini adalah untuk menelaah bagaimana klien menafsirkan hubungan terapis-klien.")

2. Permasalahan penelitian

Mempersempit topiknya kepermasalahan atau isu penelitian yang spesifik. Permasalahan penelitian adalah isu, masalah, atau kontroversi pendidikan yang diteliti oleh peneliti. Penulis dapat menyuguhkannya sebagai kalimat tunggal atau beberapa kalimat pendek. Menjustifikasj pentingnya permasalahan dengan mengutip bukti-bukti dari:

  1. Peneliti dan pakar lain seperti yang dilaporkan dalam kepustakaan
  2. Pengalaman yang dimiliki orang lain di tempat kerja
  3. Pengalaman pribadi


3. Justifikasi tentang pentingnya permasalahan dalam penelitian

  1. Justifikasi dalam Kepustakaan yang Didasarkan pada Penelitian dan Pakar lain
  2. Justifikasi yang Didasarkan pada Pengalaman di Tempat Kerja atau Pengalaman Pribadi
  3. Defisiensi dalam pengetahuan yang sudah ada tentang permasalahan.

Defisiensi dalam kepustakaan mungkin merupakan bagian dari justifikasi untuk permasalahan penelitian, ada gunanya untuk menyebutkan beberapa defisiensi dalam kepustakaan atau praktik yang sudah ada. Defisiensi dalam bukti berarti bahwa kepustakaan terdahulu atau pengalaman praktis peneliti tidak menangani permasalahan penelitian  secara kuat. Defisiensi dalam praktik berarti bahwa pendidik belum mengidentifikasi solusi yang baik dan workable untuk sekolah atau ranah pendidikan lainnya.

4. Manfaat dari penelitian terhadap permasalahan

Audiensi di bagian "pernyataan tentang permasalahan" perlu diidentifikasi. Hal ini terdiri atas individu dan kelompok yang akan membaca dan secara potensial mendapatkan manfaat dari informasi yang disediakan dalam penelitian. Para audiensi ini akan bervariasi tergantung sifat penelitian, tetapi beberapa audiensi yang sering dipertimbangkan oleh pendidik termasuk peneliti, praktisi, pembuat kebijakan, dan individu yang berpartisipasi dalam penelitian.

Identifikasi topik penelitian

Menurut Ali (dalam Usman, 2008) mengemukakan bahwa langkah-langkah yang ditempuh dalam rangka merumuskan masalah adalah; 1) mengenali keberadaan masalah, 2) menganalisis variabel, 3) mendefinisikan variabel dan 4) membuat rumusan masalah. Pada dasarnya, pembahasan untuk mengidentifikasi beberapa topik umum yang mungkin dapat berkontribusi basis pengetahuan profesi dalam cara yang berarti, dan secara bersamaan merangsang dan memotivasi siswa untuk mengeksplorasi dan belajar lebih banyak tentang topik tersebut. Menurut Heppner (2008) mengidentifikasi topik dalam konseling dapat menempuh langkah sebagai berikut:

  1. Mengumpulkan informasi tentang penelitian sebelumnya, baik di dalam dan di luar konseling. Dengan demikian, banyak membaca jurnal profesional dan buku. Membaca secara luas tidak hanya akan memberikan informasi tentang apa yang sedang dipublikasikan, tetapi juga dapat membantu untuk memperjelas topik apa yang paling menarik. Strategi lain adalah untuk mulai dengan mencari ulasan literatur lebih terfokus pada topik tertentu.
  2. Mengunakan metode brainstorming, membantu untuk mencatat ide, pengamatan, dan pertanyaan dalam sebuah jurnal. Mungkin salah satu alasan yang paling dasar untuk melakukan penelitian adalah untuk mengembangkan basis pengetahuan yang dalam satu atau lain cara dapat membantu orang dengan mengatasi kebutuhan mendesak masyarakat. Intinya, agar profesi konseling untuk menjadi nilai untuk masyarakat yang lebih luas, penelitian kami harus mengatasi masalah impor-tant dan masalah di masyarakat.
  3. Peneliti mungkin mempertimbangkan apakah perbaikan bisa dilakukan untuk meningkatkan efektivitas berbagai program pengobatan (Seperti berhenti merokok, manajemen kemarahan, penyalahgunaan zat, atau pelatihan orangtua) atau program penjangkauan (untuk program misalnya, pencegahan pemerkosaan atau kesadaran alkohol).

Sumber

Creswell, John. W. 2015. Riset Pendidikan: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi riset kualitatif & kuantitatif (edisi kelima). Yogjakarta: Pustaka pelajar

Danim, Sudarwan. 2002. Menjadi Peneliti Kualitatif. Bandung : Pustaka Setia

Gall, M.D., Gall, J.P., & Borg, W.R. 2003. Educational Research: An Introduction. New York: Pearson Education, Inc

Sugiyono. 2011. Metode penelitian kombinasi (mix methods). Bandung: Alfabeta 

Usman, H. & Purnomo, 2008. Metodologi Penelitian Sosial. Jakarta: PT. Bumi Aksara.


Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Perbedaan dan Permasalahan Dalam Penelitian penelitian kuantitatif dengan kualitatif"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel