Penelitian Sebagai Sarana Praktis Dalam Memecahkan Masalah

Hakekat Penelitian

A. Definisi Penelitian

Riset atau penelitian merupakan langkah sistematis dalam upaya membongkar permasalahan. Riset ialah penelaahan terkontrol yang memiliki 2 perihal pokok ialah logika berpikir serta informasi ataupun data yang dikumpulkan secara empiris( Sudjana, 2001). Logika berpikir nampak dalam langkah- langkah sistematis mulai dari pengumpulan, pengolahan, analisis, pengertian serta pengujian informasi hingga diperolehnya sesuatu kesimpulan. Data dikatakan empiris bila sumber informasi mengambarkan kenyataan yang terjalin bukan hanya pemikiran ataupun rekayasa periset. Riset mencampurkan metode berpikir rasional yang didasari oleh logika/ penalaran serta metode berpikir empiris yang didasari oleh kenyataan/ realita.

Riset bagi Soerjono Soekanto merupakan aktivitas ilmiah yang berkaitan dengan analisis serta konstruksi yang dicoba secara metodologis, sistematis, serta tidak berubah- ubah( Rasady Ruslan, 2008: 24). Jadi tata cara riset merupakan metode kerja buat bisa menguasai objek riset. Banyak definisi tentang riset bergantung sudut pandang tiap- tiap.

Creswell( 2012) mengatakan“ Research is a process of steps used to collect and analyze information to increase our understanding of a topic or issue., yang maksudnya riset merupakan proses ataupun langkah- langkah yang digunakan dalam mengumpulkan serta menganalisa data buat tingkatkan uraian sesuatu topik ataupun permasalahan.

B. Tujuan Penelitian

Creswell( 2012), mengatakan tujuan dari riset merupakan buat tingkatkan praktek pembelajaran, periset menekuni permasalahan mereka sendiri ataupun permasalahan di sekolah ataupun area pembelajaran. Pendidik ikut serta dalam refleksi tentang permasalahan ini, mengumpulkan serta menganalisis informasi, serta mempraktikkan pergantian ataupun suatu rencana aksi bersumber pada penemuan mereka. Dalam sebagian permasalahan, hasil riset membongkar permasalahan instan lokal, semacam permasalahan kelas buat guru.

Sehingga dari riset terdapatnya hasil, suatu yang diperolah sehabis riset berakhir, suatu yang hendak dicapai/ dituju, rumusan tujuan mengatakan kemauan peniliti buat mendapatkan jawaban atas kasus riset yang diajukan. Oleh karenanya, rumusan tujuan wajib relevan dengan bukti diri permasalahan yang ditemui, rumusan permasalahan serta mencerminkan proses riset.

Senada dengan perihal tersebut,( W. Gede Merta, 2004) mengatakan kalau tujuan riset menampilkan hal- hal yang mau dicapai, cocok dengan pokok kasus. Tujuan riset umumnya dimulai dengan perkata semacam: buat mengenali, menghitung, menganalisis, membedakan, serta lain- lain.

Serta butuh dikenal kalau tujuan riset berkaitan erat dengan rumusan permasalahan yang dituliskan, misalnya bila rumusan perkaranya“ apakah terdapat pengaruh latihan terhadap produktivitas kerja pegawai”, hingga tujuannya merupakan“ mau mengenali apakah terdapat ikatan antara latihan serta produktivitas kerja pegawai serta jika terdapat seberapa besar”.

Terpaut dengan ilmu pengetahuan, bisa dikemukakan 3 tujuan universal riset ialah:

1. Tujuan Eksploratif, Riset dilaksanakan buat menciptakan suatu( ilmu pengetahuan) yang baru dalam bidang tertentu. Ilmu yang diperoleh lewat riset betul- betul baru belum sempat dikenal tadinya. 

2. Tujuan Verifikatif, Riset dilaksanakan buat menguji kebenaran dari suatu( ilmu pengetahuan) yang sudah terdapat. Informasi riset yang diperoleh digunakan buat meyakinkan terdapatnya keraguan terhadap data ataupun ilmu pengetahuan tertentu.

3. Tujuan Pengembangan, Riset dilaksanakan buat meningkatkan suatu( ilmu pengetahuan) yang sudah terdapat. Riset dicoba buat meningkatkan ataupun memperdalam ilmu pegetahuan yang sudah terdapat.( Creswell, 2012)

C. Manfaat Penelitian

Khasiat riset ialah akibat dari pencapaiannya tujuan. Seandainya dalam riset, tujuan bisa tercapai serta rumusan permasalahan bisa dipecahkan secara pas serta akurat, hingga apa khasiatnya secara instan ataupun secara teoritis. riset memiliki 2 khasiat riset, ialah.

1. Manfaat Teoritis

Riset yang bertitik tolak dari meragukan sesuatu teori tertentu diucap riset verifikatif. Keraguan terhadap sesuatu teori timbul bila teori yang bersangkutan tidak dapat lagi menarangkan peristiwa- peristiwa aktual yang dialami. Pengujian terhadap teori tersebut dicoba lewat riset empiris, serta hasilnya dapat menolak, ataupun mengukuhkan, ataupun merevisi teori yang bersangkutan.

2. Manfaat Praktis

Pada sisi lain, riset berguna pula buat membongkar masalah- masalah instan. Nyaris seluruh lembaga yang terdapat di warga, baik lembaga pemerintahan ataupun lembaga swasta, menyadari khasiat ini dengan menempatkan riset serta pengembangan selaku bagian integral dalam organisasi mereka. Kedua khasiat riset tersebut ialah ketentuan dikerjakannya sesuatu riset sebagaimana dinyatakan dalam rancangan( desain) riset.

Hakekat Masalah

A. Definisi Masalah

Semacam sudah dikemukakan kalau pada dasarnya riset itu dicoba dengan tujuan buat memperoleh informasi yang antara lain bisa digunakan buat membongkar permasalahan. Buat itu tiap riset yang hendak dicoba wajib senantiasa berangkat dari permasalahan. Riset murni maupaun terapan, seluruhnya berangkat dari permasalahan, cuma buat riset terapan, hasilnya langsung bisa digunakan untuk membuat keputusan.

Apabila dalam riset sudah bisa menciptakan permasalahan yang betul- betul permasalahan, hingga sesungguhnya pekerjaan riset itu 50% sudah berakhir. Oleh sebab itu menciptakan permasalahan dalam riset ialah pekerjaan yang tidak gampang, namun sehabis permasalahan bisa ditemui, hingga pekerjaan riset hendak lekas bisa dicoba.

Permasalahan berhubungan dengan kesenjangan( gap) yang wajib diisi ataupun sekurangnya dipersempit. Permasalahan memunculkan celah( void) ruang ketidaktahuan. Permasalahan merupakan kesenjangan antara harapan( das sollen) dengan realitas( das sein), antara kebutuhan dengan yang ada, antara yang sepatutnya( what should be) dengan yang terdapat( what it is)( Suryabrata, 2010). Riset dimaksudkan buat menutup kesenjangan( what can be).

Kesenjangan permasalahan memunculkan kebutuhan buat menutupnya dengan mencari jawaban atas persoalan yang memunculkan kesenjangan. Aktivitas menutup kesenjangan dicoba dengan riset. Dengan kata lain, riset mencari suatu jawaban yang belum dikenal, penuhi kebutuhan yang belum ada, serta sediakan yang belum terdapat. Riset diharapkan bisa membongkar permasalahan ataupun setidak- tidaknya memperkecil kesenjangan.

B. Sumber Masalah

Permasalahan bisa berasal dari bermacam sumber. Bagi James H. MacMillan serta Schumacher dalam( Hadjar, 1996: 40- 42), permasalahan bisa bersumber dari observasi, dedukasi dari teori, pembahasan kepustakaan, permasalahan sosial yang lagi terjalin, suasana instan serta pengalaman individu. Tiap- tiap bisa dipaparkan selaku berikut:

1. Observasi

Observasi ialah sumber yang kaya permasalahan riset. Mayoritas keputusan instan didasarkan atas praduga tanpa didukung oleh informasi empiris. Permasalahan riset bisa dinaikan dari hasil observasi terhadap ikatan tertentu yang belum memiliki bawah uraian yang mencukupi serta cara- cara teratur yang dalam melaksanakan sesuatu aksi didasarkan atas otiritas ataupun tradisi. Penyelidikan bisa jadi menciptakan teori baru, saran pemecahan permasalahan instan serta mengenali variabel yang belum terdapat dalam bahasan litelatur.

2. Dedukasi Dari Teori

Teori ialah konsep- konsep yang masih berbentuk prinsir- prinsip universal yang pelaksanaannya belum bisa dikenal sepanjang belum diuji secara empiris. Penyelidikan terhadap permasalahan yang diangkap dari teori bermanfaat buat memperoleh uraian empiris aplikasi tentang teori.

3. Kepustakaan

Hasil riset bisa jadi membagikan saran perlunya dicoba riset ulang( replikasi) baik dengan ataupun tanpa alterasi. Replikasi bisa tingkatkan validitas hasil riset serta keahlian buat digeneralisasikan lebih luas. Laporan riset kerap pula mengantarkan saran kepada periset lain tentang apa yang butuh diteliti lebih lanjut. Perihal ini pula jadi sumber buat memastikan permasalahan yang memastikan permasalahan yang butuh dinaikan buat diteliti.

4. Permasalahan Sosial

Permasalahan sosial bisa pula jadi sumber permasalahan riset. Misalnya: seringnya jadi perkelahian siswa antar sekolah bisa menimbulkan persoalan tentang daya guna penerapan pembelajaran moral serta agama dan pembinaan perilaku disiplin. Banyaknya pengangguran lulusan akademi besar memunculkan persoalan tentang kesesuaian kurikulum dengan kebutuhan warga.

5. Suasana Praktis

Dalam pembuatan keputusan tertentu, kerap menekan buat dicoba riset evaluatif. Hasil sangat dibutuhkan buat dijadikan bawah pembuatan keputusan lebih lanjut.

6. Pengalaman Pribadi

Pengalaman individu bisa menimbulkan permasalahan yang membutuhkan jawaban empiris buat memperoleh uraian yang lebih mendalam.

D. Memilih dan Memilah Permasalahan Penelitian

Dari seluruh sumber permasalahan di atas, pasti terdapat pedoman buat setelah itu memilah sesuatu selaku suatu permasalahan riset. Paling tidak, terdapat 3 ciri yang butuh dicermati dalam mengenali permasalahan, ialah:


1. Permasalahan tersebut“ layak diteliti”; maksudnya pengkajian terhadap permasalahan tersebut bisa dicoba dengan metode terukur secara empiris lewat pengumpulan informasi serta pengolahan informasi. Dengan demikian, masalah- masalah yang berkaitan dengan isu- isu filosofis, etika, moral ataupun nilai- nilai sempurna tidak dapat dijadikan permasalahan sebab susah diukur.


2. Watak dari permasalahan tersebut, ialah memiliki nilai teoritis serta instan; maksudnya permasalahan tersebut dinaikan serta terdapat teorinya yang kokoh serta memiliki akibat instan.

3. Permasalahan tersebut realistis; makna realistis di mari sangat luas, di antara lain permasalahan itu terjangkau oleh keahlian, baik dari segi keilmuan, kemampuan konsep ataupun teori, waktu, tenaga serta bayaran, dll.( Toha Anggoro, dkk., 2008).

E. Metode Menciptakan Permasalahan Perta Solusinya.

Persoalan yang mendasar yang diajukan oleh kebanyakan yang mau mempelajari permasalahan riset buat mencari jawaban diawali dari“ Gimana aku menciptakan permasalahan riset?” Walaupun tidak terdapat metode yang spesial yang tentu buat menciptakan sesuatu persoalah, terdapat sebagian sumber yang bisa digunakan buat mengawali memahami permasalahan.

Sumber- sumber tersebut merupakan Pengalaman, Berfikir deduksi dari teori- teori dan literatur yang relevan dengan riset. Seterusnya berfikir induksi dari fenomena- fenomena yang berlaku secara empiris. Tiap sumber- sumber tersebut memiliki kelebihan serta kekurangan. Gabungan sumber- sumber secara simultan bisa digunakan buat mengawali memahami sesuatu permasalahan riset.

Riset mempunyai banyak sumber, buat menciptakan permasalahan yang bisa dijadikan selaku obyek riset. Apabila dalam riset bidang sains sosial serta pembelajaran, sesorang periset sudah menciptakan permasalahan yang pas, hingga proses riset sudah berjalan 50%( Sugiyono, 2004). Ikatan antara ketepatan memilah permasalahan serta metode pemecahan diarahkan pada tabel berikut ini:

Dari tabel diatas memperlihatkan kalau bila ditatap dari sudut riset ilmiah hingga yang sangat baik merupakan yang awal, ialah pemilihan permasalahan benar serta metode pemecahan pula benar. Buat memastikan kasus yang baik sebaiknya mempunyai karakteritik selaku berikut:

Awal: Periset meiliki kemampuan dalam bidang yang diteliti. Kedua: Tingkatan keahlian periset memanglah cocok dengang tingkatan keahlian yang dibutuhkan dalam mencari pemecahan penyelesaian permasalahan yang diteliti. Ketiga: Periset mempunyai sumber energi yang dibutuhkan dalam riset yang dijalankan. Keempat: Periset sudah memikirkan hambatan waktu serta bermacam hambatan lain dalam penerapan peneitian yang dicoba.

Sumber

Anggoro, M. Toha. (2008). Metode Penelitian. Jakarta: Universitas. Terbuka.
Creswell, J.W. 2012. Educational Research, Planning, Conducting and Evaluating Quantitative Research. Boston: Pearson Education, Inc
Ruslan,Rosady.2008. Manajemen Public Relatoins & Media Komunikasi.Jakarta : PT Rajagrafindo Persada
Sudjana, N. dan Ibrahim, R. 2001 .Penelitian dan Penilaian Pendidikan, Bandung: Sinar Baru Algesindo
Sugiyono (2004), Metode Penelitian Bisnis, Bandung : CV. Alfabeta
Suryabrata, Sumadi.2010.Metodologi Penelitian.Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada
W. Gede Merta, 2004. Metode Penelitian. Fakultas Ekonomi Unwar.



Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Penelitian Sebagai Sarana Praktis Dalam Memecahkan Masalah "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel