Penelitian Sebagai Sarana Pengembangan Ilmu Pengetahuan

Hakekat Penelitian Secara Umum

Penelitian ilmiah merupakan sesuatu aktivitas yang sistematik serta obyektif buat mengkaji sesuatu permasalahan dalam usaha buat menggapai sesuatu penafsiran menimpa prinsip–prinsipnya yang mendasar serta berlaku universal teori menimpa permasalahan tersebut. Riset yang dicoba, berpedoman pada bermacam data yang terwujud selaku teori–teori yang sudah dihasilkan dalam penelitian–penelitian terdahulu, serta tujuanya merupakan buat menaikkan ataupun menyempurnakan teori yang sudah terdapat menimpa permasalahan yang jadi sasaran kajian. Riset ilmiah dicoba dengan berlandaskan pada tata cara ilmiah serta menjajaki cara–cara ilmiah yang sudah didetetapkan dan dilaksanakan dengan terdapatnya faktor kesengajaan bukan secara kebetulan serta lebih memakai penalaran ataupun aplikasi berfikir deduktif serta induktif. Metode ilmiah itu sendiri bagi( Sulistyo Basuki, 2010) meliputi:

  1. Leluasa dari sentimen individu, obyektif
  2. Terbuka, bisa diulang oleh ilmuan lain dengan tata cara yang sama
  3. Rasa mau tahu
  4. Menghargai karya orang lain
  5. Mempertahankan kebenaran
  6. Kritis
  7. Menjangkau ke masa depan

Riset bisa pula dimaksud selaku metode pengamatan ataupun inkuiri serta memiliki tujuan buat mencari jawaban kasus ataupun proses temuan, baik itu discovery ataupun invention. Discovery dimaksud hasil penemuan yang memanglah sesungguhnya telah terdapat, selaku contoh misalnya temuan Daratan Amerika merupakan temuan yang sesuai buat makna discovery. Sebaliknya invention bisa dimaksud selaku temuan hasil riset yang betul- betul baru dengan sokongan kenyataan.

Penelitian ilmiah baru dapat dikatakan ilmiah bila dalam kegiataanya didasarkan pada karateristik keilmuan ialah:

  1. Rasional: Penyelidikan ilmiah merupakan suatu yang masuk ide serta terjangkau oleh penalaran manusia
  2. Empiris: Memakai cara- cara tertentu yang bisa diamati orang lain dengan memakai panca indera manusia.
  3. Sistematis: Memakai proses dengan langkah- langkah tertentu yang bertabiat logis.

Dari sebagian komentar diatas, hingga riset disini merupakan selaku metode pengamatan ataupun inkuiri serta memiliki tujuan buat mencari jawaban kasus ataupun proses temuan, baik itu discovery ataupun invention. Dan sesuatu aktivitas yang sistematik serta obyektif buat mengkaji sesuatu permasalahan dalam usaha buat menggapai sesuatu penafsiran menimpa prinsip- prinsipnya yang mendasar serta berlaku universal teori menimpa permasalahan tersebut.

Identitas Penelitian

Terdapat 2 karakteristik riset ilmiah bagi( Sulistyo Basuki, 2010) merupakan:

  1. Riset ilmiah bersumber pada kepercayaan kalau tiap fenomena yang kasat mata bisa dipaparkan secara ilmiah. Artinya kalau alam semesta ialah kosmos yang tertib, di dalamnya senantiasa terdapat karena akibat. Bila manusia primitif menarangkan suatu yang mereka amati ataupun dengar senantiasa berhubungan dengan campur tangan dewa ataupun kekuatan lain, sebaliknya manusia modern menekankan pada sebab- karena ilmiah. Meski masih banyak perihal yang belum dipaparkan secar ilmiah, manusia sukses mempraktikkan anggapan tata cara ilmiah.
  2. Riset ilmiah menolak kebenaran bersumber pada kewibawaan, mengantinya dengan komentar kalau suatu itu sahih bilamana terdapat fakta yang mendukungnya. Riset tidak mengandalkan komentar orang tua kecuali apabila sudah dibuktikan dengan kenyataan.

Tujuan Penelitian

Tujuan riset ilmiah bisa dibedakan jadi 2 tujuan antara lain ialah:

1. Tujuan Riset Ilmiah Secara Umum

  1. Buat mendapatkan data ialah riset ilmiah umumnya hendak berhubungan dengan data ataupun informasi yang masih baru dilihat dari aspek sang periset. Ialah kenyataan baru dibeberkan serta disusun secar sistematis.
  2. Buat meningkatkan serta menarangkan ialah dengan melaksanakan pengembangan serta usaha menjelasakan lewat teori yang didukung kenyataan– kenyataan penunjang.
  3. Buat menerangkan, ialah memprediksi serta mengendalikan sesuatu pergantian, dengan mempelajari hendak bisa menerangkan keterkaiatan variabel yang terdapat.

2. Tujuan riset ilmiah secara khusus

  1. Mendeskripsikan fenomena ialah mendapatkan pengetahuan yang bisa digunakan buat mendeskripsikan sesuatu fenomena.
  2. Menarangkan ikatan ialah berupaya buat menarangkan ikatan antara fenomena paling utama ikatan karena akibat
  3. Meramalkan fenomena yang hendak terjalin ialah uraian ikatan karena akibat sangat bermanfaat membuat generalisasi yang berlaku serta dapat pula menguji kebenaran.

Manfaat Penelitian Ilmiah

Ada pula guna riset ilmiah ialah mempunyai sebagian guna ialah antara lain:

  1. Selaku metode buat meningkatkan ilmu pengetahuan baik berbentuk penemuan baru, pengembangan ilmu ataupun teori yang terdapat ataupun koreksi terhadap ilmu ataupun teori yang sudah usang.
  2. Selaku metode buat pengembangan teknologi
  3. Selaku penyumbang data untuk pengambilan kebijakan serta perencaanaan program pembangunan
  4. Selaku perlengkapan pemecahan permasalahan instan di lapangan
  5. Menciptakan suatu yang baru
  6. Meski banyak metode buat menciptakan data ataupun karya baru dalam dunia pengetahuan temuan yang dicoba lewat suatu aktivitas riset merupakan hasil yang andal serta menemukan pengakuan dari golongan ilmuan.
  7. Menciptakan kasus riset.
  8. Buat memahami serta memilah riset kasus dibutuhkan kejelian serta pemakaian kriteria yang baik dari para periset.

Sumber

Feist, Jess & Feist, Greogory J. (2013). Buku I, Teori Kepribadian Theories of Personality. Jakarta: Salemba Humanika.
Prayitno. (1998).Konseling Pancawaskita Kerangka Konseling Eklektik. Padang: Fakultas Ilmu pendidikan IKIP Padang.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to " Penelitian Sebagai Sarana Pengembangan Ilmu Pengetahuan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel