Metode dan Teknik Identifikasi Masalah Dalam Penelitian

Pengertian masalah dalam penelitian

Masalah bukan sesuatu yang imajinatif atau seakan-akan ada masalah. Menurut Gall, Gall (2003) masalah penelitian biasanya menentukan nilai akhir dari penelitian lebih dari faktor lainnya. Proses mencari masalah penelitian dan mempelajarinya, merupakan langkah penting dalam pengembangan professional. Dalam mencari masalah penelitian, perlu diingat beberapa manfaat yang mungkin di dapat dari melakukan penelitian. 

Sedangkan menurut Creswell (2015) adalah masalah, kontroversi, atau masalah pendidikan yang memedomani kebutuhan untuk melaksanakan suatu penelitian. Menurut Sugiyono (2011) masalah dapat diartikan sebgai penyimpangan antara yang seharusnya ddengan apa yang benar-benar terjadi, antara teori dengan praktek, antara aturan dengan pelaksanaan, antara rencana dengan pelaksanaan. 

Berdasarkan pengertian tersebut maka masalah penelitian adalah suatu pertanyaan atau pernyataan yang menyatakan tentang situasi yang memerlukan pemecahan melalui penelitian. Secara lebih spesifik, masalah penelitian merupakan pertanyaan yang menanyakan hubungan antar variabel penelitian. Pengertian lain menunjukkan bahwa masalah merupakan kesenjangan das sollen dengan das sain. Masalah juga dapat dikatakan sebagai kesenjangan antara teori dan praktik.

Menurut Sugiyono (2011), sumber masalah berasal dari yaitu terdapat penyimpangan antara pengalaman dengan kenyataan, terdapat penyimpangan anatara yang telah direncanakan dengan kenyataan, adanya pengaduan serta adanya kompetisi. 

Urgensi masalah dalam penelitian

Masalah merupakan sesuatu yang penting dan sentral dalam penelitian. Penting, karena penelitian tidak mungkin dapat dilakukan tanpa ada masalah. Dikatakan sentral, karena nyaris dalam seluruh tahapan penelitian, seperti latar belakang masalah, tujuan penelitian, kajian teori, penyusunan instrumen penelitian, kesimpulan, saran dan sebagainya, semuanya akan bermuara dari permasalahan yang telah terlebih dahulu dirumuskan.

Menurut Creswell (2015),  meneliti permasalahan penelitian agar kita dapat membantu para pembuat kebijakan ketika mereka membuat kebijakan, membantu guru dan para pejabat sekolah untuk mengatasi masalah praktis, membantu administrator college ketika mereka perlu membuat keputusan, dan memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada para peneliti tentang berbagai masalah pendidikan. Dari sudut pandang penelitian, menetapkan permasalahan penelitian dalam penelitian itu penting karena merupakan persiapan untuk seluruh penelitian. Tanpa mengetahui permasalahan penelitian, pembaca tidak mengetahui mengapa penelitian itu penting dan mengapa mereka perlu membaca penelitian itu.

Kriteria permasalahan dalam penelitian

Penelitian yang akan dilakukan selalu berawal dari masalah sehingga untuk mendapatkan data yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah. Dalam menuliskan tentang permasalahan penelitian, penulis menyatakannya sebagai kalimat tunggal atau beberapa kalimat dalam laporan penelitian. 

Menurut Creswell (2015) untuk menemukan permasalahan penelitian dalam suatu penelitian, tanyakan hal-hal di bawah ini kepada diri Anda sendiri:

  1. Apa isu, masalah, atau kontroversi yang ingin ditangani oleh peneliti?
  2. Apa kontroversi yang memunculkan kebutuhan untuk melakukan penelitian ini?
  3. Apa masalah yang ditangani "di balik" penelitian ini?
  4. Adakah kalimat seperti "Permasalahan yang ditangani dalam penelitian ini adalah ... ?

Pertimbangan yang paling utama dalam melakukan penelitian adalah menentukan masalah yang tepat dalam penelitian. Menurut Creswell (2015) masalah dalam penelitian memiliki kriteria yang layak atau dapat untuk diteliti adalah 

1. Bisakah mendapatkan akses ke orang dan tempat?

Untuk meneliti suatu permasalahan, peneliti perlu mendapatkan izin untuk memasuki suatu tempat dan untuk melibatkan orang di lokasi penelitian (misalnya, akses ke sekolah dasar untuk meneliti anak-anak di bawah umur). Akses ini sering membutuhkan persetujuan bertingkat-tingkat dari sekolah, seperti administrator distrik, kepala sekolah, guru, orang tua, dan siswa. Di samping itu, proyek yang dilaksanakan oleh lembaga pendidikan yang menerima dana federal (kebanyakan college dan universitas) perlu mendapatkan persetujuan kajian-ulang institusional untuk memastikan bahwa peneliti melindungi hak-hak partisipan. Kemampuan Anda untuk mendapatkan akses ke orang dan tempat dapat membantu menentukan apakah Anda dapat meneliti masalah tersebut.

2. Bisakah anda menemukan waktu, menemukan sumber daya, dan

menggunakan keterampilan anda?

Bahkan, jika bisa mendapatkan akses ke orang dan tempat yang dibutuhkan untuk penelitian Anda, kemampuan Anda untuk meneliti permasalahan tersebut juga bergantung pada waktu, sumber daya, dan keterampilan penelitian Anda.

3. Waktu

Ketika merencanakan suatu penelitian, peneliti seharusnya mengantisipasi waktu yang dibutuhkan untuk pengumpulan data dan analisis data. Penelitian kualitatif biasanya membutuhkan lebih banyak waktu dibanding penelitian kuantitatif. karena proses pengumpulan data yang lama di tempat penelitian dan proses menganalisis kalimat dan kata yang terperinci. Terlepas dari pendekatan yang digunakan, Anda dapat mengukur banyaknya waktu yang dibutuhkan untuk pengumpulan data dengan menelaah penelitian serupa, mengontak penelitinya, dan bertanya kepada peneliti-peneliti yang lebih berpengalaman. Mengembangkan timeline untuk penelitian membantu Anda mengases apakah Anda dapat menyelesaikan penelitian dengan waktu yang tersedia.

4. Sumber daya

Peneliti membutuhkan sumber daya seperti dana untuk peralatan, untuk partisipan, dan untuk individu yang mentranskripsi wawancara. Peneliti perlu membuat anggaran dan mendapatkan saran dari pengalaman lain yang berpengalaman tentang apakah pengeluaran yang diperkirakan realistis. Sumber daya lain mungkin diperlukan juga, seperti label surat, ongkos kirim, program statistik, atau perangkat audiovisual. Bergantung kebutuhan sumber daya ini, peneliti mungkin perlu membatasi cakupan proyek, mengeksplorasi pendanaan yang tersedia untuk mendukung proyek, atau meneliti proyek secara bertahap sesuai ketersediaan dana.

5. Keterampilan

Keterampilan peneliti juga memengaruhi asesmen secara keseluruhan apakah penelitian tentang suatu permasalahan realistis. Peneliti perlu mendapatkan keterampilan penelitian tertentu agar dapat meneliti suatu permasalahan secara efektif- keterampilan yang didapatkan melalui kuliah, pelatihan, dan pengalaman penelitian sebelumnya. Bagi mereka yang terlibat dalam penelitian kuantitatif, keterampilan ini mengharuskan memakai komputer, menerapkan program statistik, atau membuat tabel untuk menyajikan informasi. Keterampilan-keterampilan yang dibutuhkan untuk peneliti kualitatif terdiri atas kemampuan untuk menulis cerita yang terperinci menyintesis informasi menjadi tema-tema luas, dan menggunakan program computer untuk memasukkan dan menganalisis kata-kata dari partisipan dalam penelitian.

Terdapat lima cara untuk mengakses apakah sebagi peneliti seharusnya meneliti permasalahan:

  1. Meneliti permasalahannya jika penelitian akan mengisi celah atau kekosongan dalam kepustakaan yang sudah ada. Suatu penelitian mengisi kekosongan dengan mencakup topik-topik yang belum ditangani dalam kepustakaan yang sudah dipublikasikan.
  2. Meneliti permasalahannya jika penelitian mereplikasi penelitian terdahulu namun menelaah partisipan yang berbeda dan tempat penelitian yang berbeda. Nilai penelitian bertambah jika hasil-hasilnya dapat berlaku lebih luas ke banyak orang bukan hanya ranah di mana penelitian awal terjadi. Tipe penelitian ini sangat penting dalam eksperimen kuantitatif. Dalam penelitian kuantitatif tentang iklim etis, sebagai contoh, penelitian terdahulu yang dilaksanakan di college seni liberal dapat diuji (atau direplikasi) di tempat-tempat lain, misalnya di community college atau universitas riset besar. Informasi dari penelitian semacam itu akan memberikan pengetahuan baru.
  3. Meneliti permasalahannya jika penelitian memperluas penelitian terdahulu atau menelaah topiknya secara lebih saksama. Suatu permasalahan penelitian yang baik untuk diteliti adalah permasalahan yang Anda perluas penelitiannya ke dalam topik atau bidang baru atau sekadar melaksanakan penelitian lagi di tingkat yang lebih mendalam dan lebih saksama untuk memahami topik tersebut.
  4. Meneliti permasalahannya jika penelitian memberikan suara kepada orang yang tidak boleh bersuara, tidak didengarkan, atau ditolak di masyarakat. Penelitian menambahkan pada pengetahuan dengan mempresentasikan ide dan kata kaum yang termarjinalisasi (misalnya, tunawisma, perempuan, atau kelompok rasial).
  5. Meneliti permasalahannya jika penelitian Anda memberikan informasi praktis. Dengan menelaah permasalahan itu, peneJitian Anda mungkin akan memungkinkan identifikasi teknik atau teknologi baru, pengakuan atas nilai praktik historis atau praktik yang sekarang berlangsung, atau perlunya mengubah praktik pengajaran yang sekarang (Creswell, 2015)

Perbedaan antara permasalahan penelitian dengan bagian penelitian lainnya.

Permasalahan penelitian perlu dibedakan dan diakui sebagai langkah yang berbeda karena merepresentasikan permasalahan yang ditangani dalam penelitian. Dalam beberapa definisi singkat berikut ini, Menurut Creswell (2015) perbedaan di antara bagian-bagian penelitian ini:

  1. Topik penelitian adalah subjek luas yang ditangani oleh penelitian. Maria, sebagai contoh, berusaha meneliti kepemilikan senjata oleh siswa di sekolah.
  2. Permasalahan penelitian adalah isu, masalah, atau kontroversi pendidikan yang bersifat umum yang ditangani dalam penelitian, yang mempersempit topiknya. Permasalahan yang ditangani Maria adalah meningkatnya kekerasan di sekolah yang disebabkan, sebagian, oleh kepemilikan senjata.
  3. Maksud penelitian adalah niat atau tujuan utama penelitian yang digunakan untuk menangani permasalahannya. Maria mungkin menyatakan maksud penelitiannya seperti berikut ini: "Maksud penelitian saya adalah untuk mengidentifikasi faktor yang memengaruhi sejauh mana siswa membawa senjata di SMA".
  4. Pertanyaan penelitian mempersempit maksud menjadi pertanyaan pertanyaan spesifik yang ingin dijawab oleh peneliti dalam penelitiannya. Maria mungkin menanyakan, "Bagaimana teman-teman sebaya memengaruhi siswa untuk membawa senjata?"

Perbedaan antara permasalahan penelitian kuantitatif dengan kualitatif

Menurut Creswell (2015) terdapat perbedaan antara permasalahan penelitian kuantitatif dengan kualitatif yaitu:

  1. Mengukur variabel 
  2. Mengases dampak variable tersebut pada hasil
  3. Menguji teori atau penjelasan luas
  4. Menerapkan hasil pada sejumlah besar orang
  5. Mempelajari tentang pandangan individu
  6. Mengases proses dari waktu ke waktu 
  7. Menghasilkan teori  berdasarkan perspektif partisipan , ·
  8. Mendapatkan informasi terperinci tentang beberapa orang atau tempat penelitian

Menurut Sugiyo (2011) terdapat perbedaan yang mendasar antara permasalahan kuantitatif dan permasalahan kualitatif yaitu penelitian kuantitatif akan dipecahkan melalui penelitian harus jelas, spesifik dan dianggap tidak berubah sedangkan penelitian kualitatif yang dibawa oleh peneliti masih remang-remang bahkan gelap dan kompleks. 

Identifikasi pernyataan tentang permasalahan penelitian

Berdasarkan pendapat Creswell (2015) pernyataan tentang permasalahan memasukkan permasalahan penelitian yang mencakup empat aspek lain yaitu:

Topik

Topik pendidikan merupakan subjek yang ingin ditangani peneliti dalam penelitian dan yang menciptakan ketertarikan awal bagi pembaca. Pendekatan ini dapat terlalu cepat mempersempit topiknya secara tidak perlu dan kehilangan pembaca yang belum pernah meneliti atau membaca tentang plagiarisme. Alih-alih, penulis dapat mulai dengan topik ketidakjujuran di kampus yang lebih luas dan kebutuhan untuk mengeksplorasi nilai-nilai yang dipelajari mahasiswa selama belajar di college. Narrative hook yang baik memiliki ciri-ciri khusus berikut: membuat pembaca memperhatikan, memunculkan respons emosional atau respons sikap, membangkitkan ketertarikan, dan mendorong pembaca untuk terus membaca. Narrative hook yang meyakinkan mungkin memasukkan salah satu tipe informasi berikut atau lebih:

  1. Data statistik (misalnya, "Lebih dari 50% populasi dewasa saat ini mengalami depresi.") 
  2. Pertanyaan provokatif (misalnya, "Mengapa kebijakan sekolah yang melarang merokok di SMA tidak ditegakkan ?")
  3. Kebutuhan yang jelas untuk melaksanakan penelitian (misalnya, Penskorsan oleh sekolah menarik semakin banyak perhatian di kalangan sarjana di bidang pendidikan guru.")
  4. Niat atau maksud penelitian (misalnya, "Maksud penelitian ini adalah untuk menelaah bagaimana klien menafsirkan hubungan terapis-klien.")

2. Permasalahan penelitian

Mempersempit topiknya kepermasalahan atau isu penelitian yang spesifik. Permasalahan penelitian adalah isu, masalah, atau kontroversi pendidikan yang diteliti oleh peneliti. Penulis dapat menyuguhkannya sebagai kalimat tunggal atau beberapa kalimat pendek. Menjustifikasj pentingnya permasalahan dengan mengutip bukti-bukti dari:

  1. Peneliti dan pakar lain seperti yang dilaporkan dalam kepustakaan
  2. Pengalaman yang dimiliki orang lain di tempat kerja
  3. Pengalaman pribadi

3. Justifikasi tentang pentingnya perrnasalahan seperti ditemukan dalam penelitian terdahulu dan dalam praktik

  • Justifikasi dalam Kepustakaan yang Didasarkan pada Penelitian dan Pakar lain
  • Justifikasi yang Didasarkan pada Pengalaman di Tempat Kerja atau Pengalaman Pribadi

4. Defisiensi dalam pengetahuan yang sudah ada tentang permasalahan.

Defisiensi dalam kepustakaan mungkin merupakan bagian dari justifikasi untuk permasalahan penelitian, ada gunanya untuk menyebutkan beberapa defisiensi dalam kepustakaan atau praktik yang sudah ada. Defisiensi dalam bukti berarti bahwa kepustakaan terdahulu atau pengalaman praktis peneliti tidak menangani permasalahan penelitian  secara kuat. Defisiensi dalam praktik berarti bahwa pendidik belum mengidentifikasi solusi yang baik dan workable untuk sekolah atau ranah pendidikan lainnya.

5. Audiensi yang akan mendapatkan manfaat dari penelitian terhadap permasalahan

Audiensi di bagian "pernyataan tentang permasalahan" perlu diidentifikasi. Hal ini terdiri atas individu dan kelompok yang akan membaca dan secara potensial mendapatkan manfaat dari informasi yang disediakan dalam penelitian. Para audiensi ini akan bervariasi tergantung sifat penelitian, tetapi beberapa audiensi yang sering dipertimbangkan oleh pendidik termasuk peneliti, praktisi, pembuat kebijakan, dan individu yang berpartisipasi dalam penelitian.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Metode dan Teknik Identifikasi Masalah Dalam Penelitian"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel