Landasan Psikologi dan Sosiologi Teknologi Pendidikan

Landasan Psikologi Teknologi Pendidikan

Dalam pemikiran modern, belajar merupakan proses pergantian tingkah laku berkat interaksi dengan area. Seorang dikira melaksanakan aktivitas belajar sehabis dia mendapatkan hasil ialah terbentuknya pergantian tingkah laku misalnya dari tidak ketahui jadi ketahui. Pola tingkah laku tersebut meliputi aspek rohani serta jasmani. 

Menyangkut pergantian yang bertabiat pengetahuan, keahlian serta menyangkut perilaku nilai. Siswa yang belajar ditatap selaku organisme yang hidup selaku satu totalitas yang bundar. Dia bertabiat aktif serta tetap mengadakan interaksi dengan lingkungannya, menerima, menolak, mencari sendiri bisa pula mengganti lingkungannya.

Pendidikan pada hakekatnya mempersiapkan partisipan didik buat bisa menunjukkan tingkah laku hasil belajar dalam keadaan yang nyata, ataupun buat membongkar permasalahan yang dialami dalam kehidupannya. Buat itu, pengembang program pendidikan senantiasa memakai metode analisis kebutuhan belajar buat mendapatkan data menimpa keahlian yang dibutuhkan partisipan didik. Apalagi sehabis partisipan didik menuntaskan aktivitas belajar senantiasa dicoba analisis umpan balik buat memandang kesesuaian hasil belajar dengan kebutuhan belajar.

Bagi Lumsdaine( dalam Khadijah 2009), ilmu sikap ialah ilmu yang utama dalam pertumbuhan teknologi pembelajaran paling utama ilmu tentang psikologi belajar, sebaliknya bagi Deterline( dalam Khadijah 2009) berkomentar kalau teknologi pembelajaran ialah pengembangan maupun aplikasi dari teknologi sikap yang digunakan buat menciptakan sesuatu pergantian sikap tertentu dari pembelajar secara sitematis guna pencapaian ketuntasan hasil belajar itu sendiri. Sebaliknya Harless( 1968) menyebutnya dengan“ front- end analysis”, sebaliknya Mager serta Pape( 1970) menyebutnya“ performance problem analysis”. Romizwoski( 1986) mengistilahkan kegitan tersebut selaku“ performance technology”.

Belajar berkaitan dengan pertumbuhan psikologis partisipan didik, pengalaman yang butuh diperoleh, keahlian yang wajib dipelajari, metode ataupun metode belajar, area yang butuh menghasilkan keadaan yang kondusif, fasilitas serta sarana yang menunjang, serta bermacam aspek eksternal yang lain. Buat itu, Malcolm Warren( 1978) mengatakan kalau dibutuhkan teknologi buat mengelola secara efisien pengorganisasian bermacam sumber manusiawi. Romizowski( 1986) menyebutnya dengan“ Human resources management technology”.

Landasan Sosiologis Teknologi Pendidikan

Aktivitas pembelajaran ialah sesuatu proses interaksi antara 2 orang, apalagi 2 generasi, yang membolehkan generasi muda memperkembangkan diri. Aktivitas pembelajaran yang sistematis terjalin di lembaga sekolah yang dengan terencana di wujud oleh warga. Atensi sosiologi pada pembelajaran terus menjadi intensif. Dengan meningkatnya atensi sosiologi pada aktivitas pembelajaran tersebut hingga lahirlah cabang sosiologi pembelajaran. Sociology merupakan pemakaian pembelajaran selaku perlengkapan buat membongkar kasus social serta sekalian membagikan saran buat menunjang pertumbuhan pembelajaran itu sendiri

Landasan sosiologi memiliki norma bawah pembelajaran yang bersumber dari norma kehidupan warga yang dianut oleh sesuatu bangsa. Buat menguasai kehidupan bermasyarakat sesuatu bangsa, kita wajib memusatkan atensi pada pola ikatan antar individu serta antar kelompok dalam masyrakat tersebut. Buat terciptanya kehidupan warga yang rukun serta damai, terciptalah nilai- nilai sosial yang dalam perkembangannya jadi norma- norma sosial yang mengikat kehidupan bermasyarakat serta wajib dipatuhi oleh tiap- tiap anggota warga.

Landasan Sosiologi Pembelajaran diharapkan sanggup membagikan saran menimpa gimana harapan serta tuntutan warga menimpa isi serta proses pembelajaran itu, ataupun gimana hendaknya pembelajaran itu berlangsung bagi kacamata kepentingan warga, baik pada tingkat nasional ataupun lokal. 

Sosiologi dalam Pembelajaran secara operasional bisa defenisi selaku cabang sosiologi yang memusatkan atensi pada menekuni ikatan antara pranata pembelajaran dengan pranata kehidupan lain, antara unit pembelajaran dengan komunitas dekat, interaksi social antara orang- orang dalam satu unit pembelajaran, serta akibat pembelajaran pada kehidupan partisipan didik.

Jadi, secara universal landasan sosiologi Pembelajaran bertujuan buat meningkatkan fungsi- fungsinya sebagai ilmu pengetahuan( uraian eksplanasi, prediksi, serta utilisasi) lewat pengkajian tentang keterkaitan fenomena- fenomena sosial serta pembelajaran, dalam rangka mencari model- model pembelajaran yang lebih fungsional dalam kehidupan warga. 

Secara spesial, Sosiologi Pembelajaran berupaya buat menghimpun informasi serta data tentang interaksi sosial di antara orang- orang yang ikut serta dalam institusi pembelajaran serta akibatnya untuk partisipan didik, tentang ikatan antara lembaga pembelajaran serta komunitas sekitarnya, serta tentang ikatan antara pembelajaran dengan pranata kehidupan lain.

Sumber

Hadijah, Nyanyu. 2009. Psikologi Pendidikan. Palembang: CV.Grafika Telindo

Miarso, Yusufhadi, 2007. Menyemai Benih Teknologi Pendidikan, Jakarta: Kencana.

Soekanto, Soerjono. 1994. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada

Sukamadinata, Nana Syaudih. 2008. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya. 


Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Landasan Psikologi dan Sosiologi Teknologi Pendidikan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel