Landasan dan Konsep Teknologi Pendidikan di Era Digital 4.0

Konsep Teknologi Pendidikan

Sebutan‘ Teknologi’ berasal dari kata Yunani technologis. Technie berarti seni, kemampuan ataupun sains; serta logos berarti ilmu. Teknologi Pembelajaran dalam makna kecil dapat ialah media pembelajaran, ialah hasil teknologi selaku perlengkapan bantu dalam pembelajaran supaya sukses guna, efektif serta efisien.

Dalam makna luas bagi Association for Educational Communication and technology( AECT) merupakan proses yang lingkungan serta terpadu yang mengaitkan orang, prosedur, ilham, perlengkapan serta organisasi buat menganalisis permasalahan, mencari problem solving, melakukan penilaian serta mengelola pemecahan permasalahan yang menyangkut seluruh aspek belajar manusia. 

Dari definisi tersebut minimun terdapat 2 perihal yang berarti digaris bawahi: Proses serta belajar manusia. Dalam konteks yang lebih universal, ataupun cuma dalam Proses pendidikan, teknologi ialah pengembangan, pelaksanaan, evaluasi sistem, metode serta perlengkapan bantu buat membetulkan serta tingkatkan mutu belajar manusia. Seluruh itu bisa terwujud dengan terdapatnya komunikasi.

Teknologi Pembelajaran bagi Percival& Ellington, 1984( Inggris), Sebutan berarti tentang teknologi pembelajaran, proses belajar, keadaan belajar, keefektifan, efisiensi serta empirik. Lembaga teknologi pembelajaran di Inggris ialah CET for UK, serta NCPL UK Pada taman 19– 20 dari novel tentang“ Educational Technology”, mereka mengutip definisi Council for Educational Technology for the UK, yang menjabarkan teknologi pembelajaran selaku pengembangan, pelaksanaan serta penilaian atas sistem, tehnik, dan perlengkapan bantu buat tingkatkan proses belajar( manusia).

Tidak hanya definisi ini, mereka pula mencantumkan definisi yang berasal dari National Centre for Programmed Learning, UK. Definisi tersebut berbunyi antara lain“ teknologi pembelajaran merupakan pelaksanaan pengetahuan ilmiah menimpa belajar serta keadaan belajar buat tingkatkan keefektifan serta efisiensi pengajaran serta pelatihan. Bila tidak terdapat penemuan ataupun prinsip ilmiah, hingga teknologi pembelajaran memakai tehnik terbukti secara empirik buat tingkatkan proses belajar”. 

Mereka berkomentar pola terapan teknologi pembelajaran terjalin berbentuk proses kesekian serta pendekatan sistem selaku alur berpikir dalam merancang suasana mengajar/ belajar serta menggunakan tata cara ataupun tehnik apa saja yang dikira cocok buat pencapaian tujuan belajar. Pendekatan sistem diharapkan supaya bisa diselaraskan dengan rancangan modul serta luwes terhadap pertumbuhan terkini proses belajar dan kemajuan di bidang pendekatan mengajar/ belajar berikut metodenya. Teknologi Pembelajaran selaku sesuatu teknologi.

Teknologi pembelajaran/ instruksional selaku sesuatu teknologi sudah penuhi persyaratan, antara lain:

  • Ilmiah, ialah teknologi pembelajaran sudah terbukti lewat serangkaian riset/ pengembangan teori
  • Terbuka, berarti teknologi pembelajaran bisa diganti, disesuaikan dengan suasana belajar- mengajar
  • Inovatif, merupakan penyesuaian terhadap masukan bidang lain supaya senantiasa sukses dalam proses belajar
  • Sistemik, ialah alur berpikir yang menekankan keterhubungan antar komponen dan pengaruhnya terhadap pencapaian tujuan belajar.
  • “ Technology phobia vs technology fever”( fobi teknologi vs demam teknologi): kerapkali terdapat orang yang“ khawatir”( terserang aliran listrik) ataupun ragu- ragu buat memakai teknologi sebab mungkin teknologi tadi nampak rumit serta tidak akrab tetapi terkadang terdapat orang yang“ sangat” menggemari teknologi sehingga sangat bergantung hendak keberadaan teknologi.

Landasan Teknologi Pendidikan

    1.Landasan Filosofis Teknologi Pendidikan

Landasan Falsafah Riset teknologi pembelajaran, terdiri atas 3 komponen semacam yang diungkapkan oleh Suriasumantri( dalam Miarso 2007: 103). Terdapat 3 tipe komponen dalam teknologi pembelajaran ialah: ontology( apa), epistemology( gimana) serta aksiologi( buat apa).

  • Ontologi: ialah bidang kajian ilmu itu apa, bila teknologi pembelajaran selaku ilmu hingga bidang kajiannya itu apa
  • Epistemologi: Pendekatan yang digunakan dalam sesuatu ilmu
  • Aksiologi: Menelaah tentang nilai guna, baik secara universal maunpun secara spesial, baik secara kasad mata ataupun secara abstrak.

Yang jadi kajian dalam riset teknologi pembelajaran menjadikan sebagian pertumbuhan dalam bidang pembelajaran semacam yang diungkapkan oleh Ashby( dalam Miarso 2011: 104) ialah terdapatnya revolusi dalam bidang pendidikan

Revolusi I: 

Pada dikala orang tua menyerahkan tanggung jawab pembelajaran anak- anaknya kepada oran lain. Orang lain tersebut diserahi buat melakukan pembelajaran anak- anaknya. Tadinya orang- orang melakukan pembelajaran anak- anaknya sendiri- sendiri ataupun mengajar kanak- kanak sendiri tidak membagikan kepada orang lain, nyaris seluruh keluarga mendidik anak- anaknya dalam keluarga sendiri. Pembelajaran yang dicoba secara individual.

Revoluasi II: 

            Terdapat sesuatu lembaga guru, jadi pada tahapan ini terdapat lembaga pembelajaran resmi. Tidak semacam tadinya belum terdapat lembaga formal yang terdapat sehingga pembelajaran dilaksakan orang per orang. Dalam lembaga terdapat aturan- aturan yang diberlakukan, contohnya buat masuk SR umurnya 6 tahun serta lain- lain. Dalam revoluasi ini guru dikira sangat berarti seluruh suatu dikira dikenal oleh guru, serta guru ditatap mempunyai pengetahuan yang lebih dari orang lain. Sehingga lembaga ini mempunyai peran yang besar di warga.

Revolusi III: 

            Diakibatkan oleh ditemuinya mesin cetak, cetak secara manual dicoba oleh Tiongkok, serta cetak dengan memakai mesin cetak dicoba oleh Eropa( Prancis). Dengan mesin cetak hingga pengetahuan tidak cuma diperoleh dari guru namun bisa diperoleh dari hasil cetakan semacam: novel, majalah, koran serta lain- lain. Pada revolusi ke- 3 ini kedudukan guru telah hadapi pengurangan. Revolusi ke- 3 hingga dengan dikala ini masih terjadi

Revolusi IV: 

            Diakibatkan oleh berkembangnya bidang elektronik sepeti telpon, televisi, pc, internet dimana guru tidak bisa lagi buat mengontrolnya. Ataupun minimun kedudukan guru menurun, serta guru tidak bisa mengklaim dirinya selaku.

Sudut pandang yang baru menimpa teknologi pembelajaran memakai sebagian pendekatan dengan identitas:

  • Keseluruhan permasalahan belajar serta upaya pemecahannya ditelaah secara simultan. Seluruh suasana dicermati serta dikaji silih kaitannya, serta bukannya dikaji secara terpisah- pisah
  • Unsur- unsur yang berkempentingan diintegrasikan dalam sesuatu proses komplek secara sistemik, ialah dirancang, dibesarkan, dinilai serta dikelola selaku satu kesatuan, serta diperuntukan buat membongkar masalah
  • Penggabungan ke dalam proses yang komplek serta atensi supaya indikasi secara merata, wajib memiliki energi lipat ataupun sinergisme, berbeda dengan perihal dimana tiap- tiap guna berjalan sendiri- sendiri.( Miarso, 2007: 108
Terdapat beberapa manfaat yang potensial dalam teknologi pembelajaran ialah:
  1. Tingkatkan peroduktivitas pembelajaran dengan jalan
  2. memperlaju penahanan belajar
  3. membantu guru buat memakai waktunya secara lebih baik
  4. mengurangi beban guru dalam penyajian data, sehingga guru bisa lebih banyak membina serta meningkatkan kegairahan belajar anak.

    2.  Pembelajaran yang sifatnya individual dengan jalur:

  1. mengurangi kontrol guru yang kaku serta sederhana
  2. memberikan peluang anak cocok kemampuannya

    3. Pengajaran yang lebih ilmiah dengan jalur:

  1. perencanaan program pengajaran yang lebih sistematik
  2. pengembangan bahan pengajaran yang dilandasi riset tentang prilaku

    4. Lebih mempraktikkan pelajaran, dengan jalur:

  1. meningkatkan kapasitas manusia dengan bermacam media komunikasi
  2. penyajian data serta informasi secara lebih konkrit

    5. Membolehkan belajar lebih akrab:

  1. mengurangi jurang pemisah antara pelajaran didalam serta diluar sekolah
  2. memberikan pengetahuan tangan pertama

    6.Pembelajaran lebih luas serta menyeluruh, paling utama dengan jalur:

  1. pemanfaatan bersama tenaga ataupun peristiwa yang langka
  2. penyajian data menembus batasan geografi

Sumber

Hadijah, Nyanyu. 2009. Psikologi Pendidikan. Palembang: CV.Grafika Telindo

Miarso, Yusufhadi, 2007. Menyemai Benih Teknologi Pendidikan, Jakarta: Kencana.

Soekanto, Soerjono. 1994. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada

Sukamadinata, Nana Syaudih. 2008. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya. 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Landasan dan Konsep Teknologi Pendidikan di Era Digital 4.0"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel