Profesi dan Kode Etik Guru

Kode Etik Guru

Profesi Guru
Journalpapers.org- Meskipun demikian secara de facto masyarakat belum sepenuhnya mengakui hal tersebut. Mengapa demikian…? Ada beberapa alasan yang menjadi penyebab belum kuatnya pengakuan msyarakat akan profesi guru yaitu:

 1.     Masyarakat belum mampu melihat dampak dari layanan unik sebagai hasil kerja guru dalam waktu singkat, misalnya kalau dokter salah melakukan pengobatan, maka pasien akan meninggal, seorang pemain sepak bola salah dalam menjaga daerahnya akan kebobolan dan kalah dalam permainan. 

Tetapi proses pendidikan memerlukan waktu yang lama untuk melihat dampaknya. Kesalahan dalam proses pendidikan akan terlihat dalam kurun waktu 20 sampai 25 tahun kemudian. Oleh sebab itu, sebenarnya bahaya yang ditimbulkan oleh kesalahan guru dalam proses pendidikan akan lebih besar dari bahaya kesalahan seorang dokter. 

Dokter salah hanya membuat meninggal 1 orang pasien, tetapi guru salah akan membuat 40 bahkan ratusan orang yang gagal, tidak berkualitas dan menjadi beban sosial bagi masyarakat dikemudian hari. Bahkan masalah akan sampai pada bangsa dan negara.

 2.        Di kalangan guru sendiri belum mampu menunjukkan komitmen dan dedikasi sebagai guru yang menghayati dan mengimplementasikan tuntutan profesi secara optimal. Akibatnya, setiap orang yang merasa tahu sesuatu, mengaku mampu menjadi guru. Dalam hal ini terjadi pengkerdilan pengertian hakikat guru yang dianggap hanya sekadar menyampaikan ilmu pengetahuan kepada siswa. 

Padahal guru juga sebagai pendidik, pembimbing bahkan pelatih. Di sisi lain masih banyak guru yang belum menunjukkan sikap dan kepribadian sebagai guru, sehingga guru belum mampu menjadi contoh teladan bagi semua orang. Kondisi ini turut memperburuk mengapa jabatan guru belum diakui sepenuhnya oleh masyarakat sebagai suatu profesi yang kuat, kokoh dan agung.

3.         Rendahnya syarat yang dipenuhi oleh calon guru menyebabkan kualitas guru masih rendah, hal ini merupakan salah satu faktor yang turut memengaruhi belum mantapnya pengakuan masyarakat terhadap profesi guru itu sendiri. 

3.  Pengakuan Pemerintah 

Pemerintah secara khusus menyatakan profesi guru sebagai pekerjaan profesional yang dituangkan dalam Undang-Undang Guru dan Dosen (UUGD) Nomor 14 Tahun 2005, Pasal 1 ayat 1 dinyatakan guru adalah pendidik profesional…..selanjutnya pada Pasal 6 disebutkan bahwa profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran atau kecakapanyang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi. 

Hal tersebut di perkuat lagi dengan Pasal 7 bahwa profesi guru dan profesi dosen merupakan bidang pekerjaan khusus yang dilaksanakan berdasarkan prinsip….yang dilanjutkan dengan Pasal 2 dinyatakan bawa pemberdayaan profesi guru diselenggarakan melalui pengembangan diri yang dilakukan secara demokratis, berkeadilan, tidak diskriminatif, dan berkelanjutan dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, kemajemukan bangsa dan kode etik profesi. 

Dari beberapa kutipan pasal-pasal dalam UUGD tersebut jelas bahwa dari perspektif pengakuan pemerintah yang tertuang dalam sejumlah peraturan turunan dari UUGD tersebut guru merupakan pekerjaan profesi yang mempersyaratkan profesionalisme. 

4.  Kode Etik Profesi 

Pernahkah Anda membaca kode etik profesi guru di Indonesia...? Kalau sudah, apakah Anda sudah menghayati makna kode etik profesi dalam implementasinya sebagai guru di sekolah? Kenyataan yang kita temui sehari-hari, kode etik guru belum terlalu akrab dengan kehidupan guru itu sendiri. 


Akibatnya, banyak guru yang belum kenal dengan kode etik guru. Kalau begitu sudahkan guru memiliki kode etik...? Kita dapat menjawab dengan pasti bahwa guru telah memiliki kode etik profesi guru. Yang dimaksud dengan kode etik jabatan ialah ketentuan-­ketentuan yang mengatur tingkah laku seseorang yang berhubungan dengan profesinya seperti yang diharapkan oleh masyarakat dan negara. 


Seperti diuraikan di atas, bahwa jabatan guru adalah jabatan profesi yang memiliki kode etik jabatan yang menjadi pedoman dan ditaati oleh segenap anggota profesi tersebut. Pembahasan lebih lanjut tentang apa yang diatur dalam kode etik guru akan kita pelajari pada kegiatan belajar III.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Profesi dan Kode Etik Guru"

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel