Pengertian Profesi dan contoh Profesi dalam dunia kerja atau karir

 Pengertian dan contoh Profesi dalam dunia kerja

-journalpapers.org- Kata profesi, merupakan kata yang sangat familiar bagi kita bahkan masyarakat umum.Kita sering bertanya pada seseorang kawan apa profesi anda, atau kita juga sering mendengar seseorang menyatakan bahwa profesinya sekarang sebagai dokter, sebagai penasihat hukum, atau sebagai pemain bola dan sebagai petinju profesional. Pernyataan ini sering ditemukan dalam kehidupan kita sehari-hari

Pengertian Profesi
Profesi
Mari kita bayangkan, apa yang dilakukan orang-orang yang kita temui dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing. Sebagai seorang dokter misalnya apa yang harus dan telah dia persiapkan sebelum diangkat menjadi dokter, penasehat hukum, pesepakbola dan sebagainya.

Apa yang dia lakukan setelah menjadi dokter, kepada siapa menjadi tanggung jawabnya, yang membela atau menghukumnya jika ada kesalahan dalam menjalankan tugasnya dan bahkan pengaruhnya terhadap penghasilannya.

Seorang dokter dan penasehat hukum sebelum menjalani profesinya harus melalui proses pendidikan kedokteran khusus yang dilanjutkan dengan pendidikan profesi dokter dengan bertugas di rumah sakit tiga sampai empat semester.

Dalam proses pendidikannya dengan mempelajari bidang ilmu yang mendasari keteknikan dan tata kerja yang terkadang memakan waktu lama (5 sampai 7 tahun). Seorang petinju harus melakukan latihan yang lama sebelum menjadi petinju profesional.

Begitu pula para pemain bola, bahkan kini memiliki sekolah bola Oleh karena itu, pekerjaan sebagai dokter, sebagai penasehat hukum, sebagai petinju atau bahkan sebagai pesepakbola tidak dapat dilakukan dengan baik oleh semua orang kecuali mereka yang telah menempuh pendidikan khusus (disiapkan khusus untuk itu).

Jadi, syarat pertama untuk dapat dikatakan suatu pekerjaan/jabatan dan atau suatu profesi ialah adanya bidang ilmu yang mendasari teknik, prosedur kerja dan lain-lain yang didapati dari pelatihan dan pendidikan secara  khusus yang dipersiapkan untuk itu. 

Yang sering menjadi pertanyaan adalah, apakah seorang profesional dapat terjadi kekeliruan disaat melaksanakan tugasnya..?

Bagaimana kalau seorang dokter terjadi kesalahan disaat praktik pengobatan terhadap pasien (mal praktik) ..?, bagaimana perilaku dia dalam menghadapi pasien yang berbeda strata sosial ekonomi, ras, suku dan sebagainya?

Ternyata sikap, tindakan, perilaku mereka telah diatur dan diarahkan oleh aturan-­aturan yang menjadi panduan dalam setiap tindakannya. Bahkan mereka punya standar nilai dan standar perilaku yang harus dilakukan dalam melayani pasiennya.

 Begitu pula dengan penasihat hukum, petinju dan pesepakbola. Misalnya, seorang petinju seharusnya tidak hanya bertinju. Mereka menyetujui aturan ini bersama. Inilah yang disebut dan dikenal sebagai Kode Etik Kantor / kode etik profesi. Lalu mana yang bisa kita simpulkan sebagai kriteria kedua dari jabatan profesional. Jabatan profesional ternyata harus mempunyai kode etik profesi yang mesti di tatati dan ditaati oleh semua anggotanya.

Maka, syarat kedua untuk dapat dikatakan suatau pekerjaan / jabatan sebagai suatu profesi adalah adanya kode etik jabatan / kode etik profesi disepakati bersama, yang mengatur tentang tingkah laku, sikap dan cara kerja para stakeholders

Dengan persyaratan pendidikan khusus dan latihan khusus serta aturan etika yang berlaku, menurut Anda apakah pekerjaan dokter digantikan oleh individu lainnya yang bukan ahli ...?

apa yang akan terjadi bila suatu pekerjaan dikerjakan oleh orang yang tidak ahli dan tidak bekerja sesuai dengan kaidah nilai-nilai etika. Masyarakat tentunya akan menilai bahaya yang akan dihadapi, dan tidak akan ditangani oleh yang bukan  ahli dibidangnya, bahkan masyarakat sering tertangkap sebagai dokter palsu.

Begitu pula orang yang bukan ahli hukum menjadi penasehat hukum, tentunya masyarakat tidak mau meminta bantuan hukum darinya. Seseorang yang belum berlatih atau melatih sepak bola, ingin menjadi pesepakbola profesional, tentunya publik tidak akan mengakuinya.

Lalu yang dapat simpulkan, ternyata jabatan itu bisa menjadi sebuah profesi jika mendapat pengakuan dari masyarakat. Dalam arti pengakuan publik juga dapat berasal dari pengakuan melalui legalistik formal oleh pemerintah melalui surat keputusan, undang-undang dan peraturan lainnya.
 Dengan demikian syarat ketiga untuk dapat dikatakan suatu pekerjaan / jabatan sebagai suatu profesi adalah adanya pelayanan unik yang mendapat pengakuan dari masyarakat atau pemerintah.

 Cukupkah dari ketiga syarat di atas sebagai kriteria / ciri suatu jabatan dapat dikatakan sebagai suatu profesi .....?

 Jika kita mengamati kenyataan yang ada di tengah-tengah masyarakat terkait dengan pekerjaan seorang profesional, kita akan menyaksikan banyak hal termasuk seringnya mereka menjadikan sekelompok sesama profesi tertentu. Dokter berkumpul dalam organisasi sesama dokter, penasihat hukum mengumpulkan sesama penasihat hukum dan sebagainya. 

Pengamatan fenomena di lapangan ternyata profesi dokter memiliki organisasi tersendiri bernama iktan dokter indonesia Advokat memiliki ikatan advokat indonesia (IAI) serta profesi lainnya termasuk profesi petinju dengan KTI-nya.

Seringkali kita melihat organisasi ini melakukan berbagai aktivitas baik untuk meningkatkan kualitas anggotanya, kesejahteraan dan sosial kemasyarakatan. Apakah Anda pernah melihat seminar yang diadakan oleh IDI, khitanan massal dan sebagainya, atau pendampingan hukum gratis oleh LKBH.

Organisasi ini ternyata berperan dalam meningkatkan kualitas anggotanya bahkan kesejahteraan, keamanan dalam menjalankan tugas profesionalnya bagi anggotanya. Selain itu, organisasi ini juga berfungsi untuk melindungi para pengguna jasa profesional dari layanan yang tidak semestinya. Dengan demikian, syarat keempat 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to " Pengertian Profesi dan contoh Profesi dalam dunia kerja atau karir"

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel