PENDEKATAN TEORI KOGNITIF

 

PENDEKATAN TEORI KOGNITIF

PENDEKATAN TEORI KOGNITIF

Dalam beberapa tahun terakhir, penelitian dalam psikologi sosial dan kognitif telah difokuskan pada bagaimana proses kognitif mempengaruhi mempengaruhi serta bagaimana mempengaruhi proses kognitif (untuk review, lihat Dalgleish & Power, 1999; Forgas, 2000b). Berdasarkan penelitian ini, dua jenis teori yang berbeda mengenai proses afeksi dan kognitif telah muncul. Pertama, teori penilaian (misalnya, Boekaerts, 1993; Scherer, 1999; Smith & Lazarus, 1990) mempertimbangkan bagaimana penilaian kognitif situasi seseorang mempengaruhi emosi yang dialami. Artinya, fokusnya adalah pada bagaimana pengaruh kognisi mempengaruhi.

Menurut Neisser (1963) ada beberapa gambaran pemikiran manusia secara subyektif adalah:

1. Proses pemikiran manusia dalam berpikir selalu terjadi dan berkontribusi pada proses kumulatif serta pertumbuhan dan perkembangan;

2. Proses pemikiran manusia berawal dari hubungan yemosi dan perasaan secra menyeluruh

3. Manusia dan seluruh aktivitasnya termasuk cara berpikir dan proses pemikiran didalamnya.

Mempengaruhi dan Perubahan Konseptual dalam Pemahaman Sains

Perubahan konseptual dalam sains adalah aspek khusus dan sempit dari pembelajaran sains. Namun demikian, pertimbangan peran pengaruh untuk perubahan konseptual dalam pemahaman sains mungkin berguna dalam menerapkan teori-teori yang dibahas sebelumnya untuk konteks akademis tertentu. Artinya, mengingat bagaimana pengaruh berkaitan dengan perubahan konseptual dalam pemahaman sains dapat membantu kita untuk memahami dan mengevaluasi kegunaan teori-teori tersebut dalam memahami peran afek untuk proses kognitif dalam konteks akademik.

Keterbatasan Kognitivisme

  Metafora komputer memberikan perkiraan pikiran ke titik tertentu. Bagaimanapun, perancang komputer standar dengan jelas berusaha untuk meniru cara manusia memproses informasi (von Newmann, 1958). Bagaimanapun, ketika pikiran direduksi hanya menjadi alat pemrosesan simbolik, kita mendapatkan gambaran miring tentang bagaimana pikiran berfungsi. Pada bagian berikut, kami membahas beberapa aspek problematis dari pendekatan ini untuk fungsi dan perkembangan intelektual.

Dalam pengertian kognitif, kita harus memastikan bahwa kita mempertimbangkan emosi yang relevan untuk konteks akademis. Misalnya, Pekrun dan koleganya (2002) telah mengembangkan skala untuk mengukur emosi akademis. Prawat dan An-derson (1994) juga secara khusus meneliti berbagai emosi yang muncul selama pembelajaran matematika.

Jika kita ingin bergerak maju dalam pemahaman kita tentang bagaimana emosi terkait dengan proses kognitif, kita harus mempertimbangkan pekerjaan ini, menyadari bahwa emosi tertentu mungkin lebih menonjol dalam pengaturan pendidikan.

Secara khusus, ada empat perspektif umum tentang kognitif:

1. Kognisi dalam konteks motivasi dan afektif

2. Kecerdasan dan kepribadian.

3. Pengembangan kompetensi intelektual.

4. Fungsi dan perkembangan intelektual dalam konteks kognitif dan budaya sosial.

Pengaruh Motivasi pada Proses Kognitif.

motivasi ditunjukkan oleh intensitas (atau energi), arah, dan kemauan dari perilaku atau tindakan yang diarahkan pada tujuan. Dengan kata lain, motivasi tidak hanya memulai tindakan mental, dengan tindakan lainnya dilakukan oleh proses kognitif. Orientasi tujuan (apakah fokus perhatian ada pada diri sendiri atau pada tugas yang harus dipelajari, dan apa tujuan implisit atau eksplisit terlibat dalam tugas) membingkai pola pikir, dan dapat secara signifikan mempengaruhi alokasi sumber perhatian, pengeluaran usaha, dan reaksi emosional terhadap kesulitan, dan ketekunan dalam menghadapi kemunduran.

Kualitas dan Pengaruhnya pada Kognisi

Teori Dweck diprakarsai dengan asumsi bahwa motivasi didasarkan pada kognitif (yaitu, diarahkan pada tujuan), dan tanggapan emosional selanjutnya terhadap tuntutan tugas dan kinerja adalah turunan dari sistem kepercayaan seseorang dan orientasi tujuan.

Konstruksi intelektual yang khas serta koping berbasis masalah dan berbasis emosi, dan bias emosional serta motivasi dalam pemrosesan kognitif mulai membantu kita memahami batasan terkait kepribadian pada fungsi intelektual. Menempatkan fungsi intelektual dalam konteks fungsi kepribadian adalah selangkah lebih maju dari menempatkan kognisi dalam konteks motivasi dan afektif yang dibahas di bagian sebelumnya. Ini menjelaskan beberapa sifat fungsional seluruh sistem yang unik dari pikiran individu yang biasanya tidak dibahas oleh penelitian dengan fokus eksklusif pada interaksi motivasi, emosi, dan kognisi itu sendiri.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "PENDEKATAN TEORI KOGNITIF"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel