Gender dan ketimpangan dalam karir

Gender dan ketimpangan dalam karir

Gender dan Ketimpangan Dalam Karir

Kekuatan sosial di identifikasi menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan dalam pekerjaan, jenis pekerjaan yang cendrung dilakukan oleh pria dan wanita, seperti cara kerja pria dan wanita yang dipisahkan oleh waktu.

Cara kerja wanita sangat terlihat di pasar tenaga kerja, adanya pemisahan antara pekerjaan laki-laki dan perempuan. Perempuan dominan bekerja dibidang administrasi atau jabatan sekretariat, kesekretariatan tetapi hanya 6 persen di bidang teknik dan 14 persen dalam peran arsitektur, perencanaan dan survei; 83 persen orang yang dipekerjakan dalam layanan pribadi adalah perempuan (EHRC, 2013).

Heterogenitas Wanita

Kebanyakan pasar tenaga kerja , dibedakan antara usia, kelas, etnis dan juga kualifikasi seeperti keadaan keluarga, latar belakang dan juga kompetensi. Jadi posisi laki-laki dan perempuan relative berbeda. Meskipun kita melihat ada perbedaan pekerjaan antara perempuan dan lelaki, namun beberapa pekerjaan yang dseharusnya dikerjaan oleh lelaki, akan tetapi banyak juga dilakukan oleh perempuan.

Biasanya pekerjaan lelaki yang dikerjakan oleh perempuan pada umumnya karena factor tuntutan kebutuhan ekonomi. Selain itu tingkat kualifikasi Pendidikan juga sangat mempengaruhi pekerjaan itu sendiri. Plunkett (2011) dalam jurnalnya menyebutkan bahwa diinggris memiliki tingkat pekerjaan yang sangat rendah di antara perempuan dengan prestasi pendidikan rendah dan ada perbedaan yang cukup besar antara tingkat pekerjaan perempuan dengan dan tanpa pendidikan pasca sekolah menengah.

Memang, tingkat pekerjaan Inggris di antara perempuan yang meninggalkan sekolah sebelum menyelesaikan pendidikan A-level adalah 43 persen, dibandingkan dengan 86 persen untuk perempuan yang menyelesaikan gelar dan penghargaan pendidikan tinggi lainnya. Beberapa wanita yang berpendidikan tinggi termasuk ibu rumah tangga kebanyakan kembalinya ke pekerjaan semula di sebabkan adanya kebutuhan kualifikasi dari industry yang ada.

Ketimpangan Pasar Tenaga Kerja Berbasis Etnis

Dalam psoses jangka panjang, ada beberapa kelompok dengan tingkat pekerjaan yang rendah tidak bernasib baik, terutama yang terdesak ke pinggiran pasar tenaga kerja. Kami fokus di sini pada etnis, tetapi, sama, faktor sosial lainnya seperti disabilitas atau usia dapat memarjinalkan individu di pasar tenaga kerja dan mempengaruhi etnis, menghasilkan hasil yang lebih rendah (tingkat pekerjaan yang lebih rendah, kemungkinan pengangguran yang lebih besar, gaji yang lebih rendah, kualitas yang buruk.

Heterogenitas Etnis

Walaupun orang-orang dari berbagai etnis minoritas, secara menyeluruh dapat dirugikan di apasar tenaga kerja, terdapat perbedaan yang bervariasi dalam kelompok etnis antara laki-laki dan perempuan. Begitu juga dengan tingkat pengangguran antara laki-laki dan perempuan juga berbeda-beda. Rubery (1994) berpendapat bahwa kehadiran kelompok-kelompok yang kurang beruntung di pasar tenaga kerja meningkatkan berbagai pilihan yang terbuka bagi beberapa pengusaha dengan memungkinkan mereka memenuhi persyaratan mereka untuk tenaga kerja yang stabil dan kooperatif tanpa harus menawarkan insentif positif yang terkait dengannya hubungan kerja yang diinternalisasikan

Kebijaksanaan dan Hak Otonomi Pekerja

Kebijakan dan hak otonomi pekerja sering kali di hubungkan dengan keterampilan atau skill para pekerja. Keterampilan dalam bekerja disini di definisikan sejauhmana pekerja dimints untuk menjalankan pekerjaan mereka secara professional. Tuntutan prosfesional dalam pekerjaan memang sangat dibutuhkan untuk kebutuhan pekerjaa. Kita telah melihat bahwa permintaan tenaga kerja telah telah terjadi peningkatan rata-rata dengan persyaratan keterampilan pekerjaan.

Respons Terhadap Tekanan Pekerjaan

Tekanan pekerjaan sering di alami oleh tenaga kerja, disamping tanggung jawab terhadap pekerjaan juga tanggungjawab terhadap capaian perusahaan tempat kita bekerja. Maka keseimbangan pekerjaan sangat dibutuhkan.

Keseimbangan dalam kerja dan kehidupan adalah masalah yang serius yang sulit di definisikan. Karena pekerjaan dan hidup tidak dapat dipisahkan. Karena pekerjaan merupakan komponen penting dalam kehidupan. Clutterbuck (2004) menyatakan bahwa menciptakan budaya kebijaksanaan memungkinkan di mana karyawan dapat menjadi dan membagi kembali waktu dan perhatian yang mereka berikan untuk bekerja agar memenuhi kebutuhan.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Gender dan ketimpangan dalam karir"

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel