Tuesday, 21 July 2020

Penerapan Teori Manajemen Klasik dalam Bimbingan dan Konseling

Penerapan Teori Manajemen Klasik dalam Bimbingan dan Konseling

Saat ini manajemen BK yang banyak dilaksanakan ialah program Bimbingan dan Konseling Komprehensif. Dalam program bimbingan dan konseling komprehensif diklasifikasikan empat jenis layanan, yaitu layanan dasar bimbingan, layanan responsif, layanan perencanaan individual dan dukungan sistem. Dalam dukungan sistem dijelaskan mengenai kegiatan manajemen yang merupakan berbagai upaya untuk memantapkan, memelihara dan meningkatkan mutu program bimbingan dan konseling melalui kegiatan-kegiatan: pengembangan program, pengembangan staf, pemanfaatan sumber daya, dan pengembangan penataan kebijaksanaan.

Beberapa hal di atas ada yang sejalan dengan konsep manajemen klasik, misalkan dalam pengembangan staf. Dalam manajemen klasik diterapkan teknik efisiensi dan penelitian waktu dan gerak (time and motion study) yang mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas tenaga kerja serta diterapkannya pula metode pemilikan dan pengembangan tenaga kerja yang menunjukkan pentingnya latihan dan pendidikan untuk meningkatkan efektivitas kerja dan diterapkannya pemilihan orang yang tepat untuk melakukan pekerjaan tertentu. Berkenaan dengan hal tersebut, dari sini dapat terlihat bahwa dalam konsep manajemen klasik sangat memperhatikan pengembangan staf, apalagi pelaksana program bimbingan konselor haruslah profesional terhadap bidangnya karena kegiatan bimbingan dan konseling hanya dapat dilakukan oleh orang yang profesional agar terhindar dari mall praktek.

Selanjutnya dalam teori birokrasi manajemen klasik juga diterapkan pembagian kerja yang jelas, dan dalam pelaksanaan program BK pun dilakukan pembagian kerja yang jelas dari kepala sekolah sebagai manajer dalam manajemen sekolah kepada seluruh personel sekolah agar semua mampu terlibat secara tepat dalam mendukung terlaksananya program bimbingan dan konseling yang disusun oleh guru BK atau konselor. Dari dua hal yang coba dikemukakan di atas sudah cukup menjelaskan bahwa manajemen klasik dalam hal tertentu masih tepat digunakan dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling.

 Berdasarkan uraian diatas maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1.      Secara umum manajemen adalah sebagai proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan  untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

2.      Manajemen klasik lebih merupakan suatu teori manajemen yang mengedepankan produktivitas suatu organisasi atau perusahaan dengan adanya peningkatan kualitas pekerja/ karyawan dengan diberi pekerjaan yang spesifik dan dituntut tanggungjawab untuk menyelesaikannya pada waktu yang telah ditentukan yang disertai pendidikan dan latihan yang memadai demi meningkatkan efektivitas kerja serta adanya upaya mencari alternatif metode terbaik untuk lebih mengefisienkan waktu pengerjaan suatu pekerjaan.

3.      Konsep manajemen klasik dalam bimbingan konseling sangat memperhatikan pengembangan staf, apalagi pelaksana program bimbingan konselor haruslah profesional terhadap bidangnya karena kegiatan bimbingan dan konseling hanya dapat dilakukan oleh orang yang profesional agar terhindar dari mall praktek.

DAFTAR PUSTAKA

 

Fatah, Nanang. 2008. Landasan Manajemen Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

 Siswanto, H.B. 2007. Pengantar Manajemen. Jakarta: Bumi Aksara.

 Sugiyo. 2014. Manajemen Bimbingan dan  Konseling di Sekolah. Semarang: Widya Karya.

 Syamsu Yusuf, LN dan A. Juntika Nurihsan. 2010. Landasan Bimbingan dan Konseling. Bandung: Kerjasama PPs UPI dan PT Remaja Rosdakarya.

Suherman, Uman. Manajemen Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Mandani Production.


0 comments:

Post a comment