Thursday, 2 July 2020

Penanganan Anak Sulit Belajar


Penanganan Anak Sulit Belajar
Erford mengemukakan bahwa penggunaan konseling yang berfokus pada penyelesaian masalah merupakan cara yang direkomendasikan dan terbukti efektif digunakan pada siswa sekolah menengah dan sekolah tinggi yang mengalami Learning Disabilities (Amatea, 1989; Littrell, Malia, & Vanderwood, 1995). Pendekatan ini dapat diimplementasikan pada konseling individu maupun kelompok. Thompson dan Littrell (dalam Erford, 2004) menggunakan empat langkah dalam mengatasi permasalahan ini, yaitu:
a.       Mengidentifikasi dan mendefinisikan masalah
b.      Mendiskusikan sebab, solusi dan hal yang ingin dicapai
c.       Menggunakan Pertanyaan Ajaib (contohnya: suatu malam ketika dirimu tertidur, ada suatu keajaiban dan masalahmu teratasi. Bagaimana anda mengetahuinya? Hal apa yang menjadi berbeda? Bagaimana orang tua, teman, maupun guru anda mengetahuinya tanpa anda ceritakan?)
d.      Meminta siswa untuk menentukan tugas atau aktivitas untuk mencapai tujuan yang ia inginkan.
Untuk siswa sekolah dasar, teknik permainan, seni, music dan menulis dapat digunakan dalam konseling individu guna membantu mereka mengungkapkan perasaan mengenai ketidakmampuannya, pengalaman yang berkaitan dengan sekolah, konflik sebaya dan kesulitan-kesulitan keluarga (Lockhart, 2003; Newsome, 2003). Intervensi ini memerlukan situasi yang bebas tekanan dan kreativitas sehingga siswa dapat beradaptasi dengan pengembangan tingkat, kebutuhan dan hal-hal unik dalam diri mereka (Newsome, 2003).
Beberapa sumber menyebutkan bahwa dinamika kelompok mungkin lebih efektif daripada konseling individual dalam membantu siswa dengan Learning Disabilities, menyentuh masalah-masalah di bidang pribadi, sosial, dan kepercayaan diri karena menyentuh interaksi dengan siswa lainnya secara alami (Elbaum & Vaughn, 2001; Lombana, 1992). Kelompok belajar yang di dalamnya terdapat siswa dengan tingkat kelas bervariasi dapat membantu siswa lamban belajar dalam meningkatkan kemampuan akademiknya.
Selain itu, teknik lain adalah dengan menggunakan pendekatan kognitif-behavioral. Pendekatan ini dapat digunakan untuk menghilangkan perilaku rendah diri dan meningkatkan kepercayaan diri dan kontrol internal pada siswa yang lamban belajar. Intervensi ini dilakukan dalam tujuh kali dengan sesi waktu setengah jam per minggu dan memfokuskan pada membantu siswa dalam mengidentifikasi perilaku rendah dirinya, dampak perasaan yang muncul karena perilakunya, dan pilihan untuk menghilangkannya.
Strategi-trategi lain dalam pendekatan kognitif-behavioral untuk membantu anak yang sulit belajar, antara lain:
                                                 a.            Dengan memberikan hadiah (Reward), Biasanya cara ini sedikit ampuh di kalangan anak-anak. Karena jika anak tersebut memperoleh prestasi sesuatu dia akan di hadilla oleh ortunya.
                                            b.            Dengan memberikan hukuman (Punishment), Cara ini biasanya dapat menimbulkan persepsi negatif pada anak tersebut terhadap belajar. Jira kondisi ini diberikan terus-menerus maka akan menimbulkan masalah terhadap emosi dan prilakunya sebagai akibatnya, anak akan merasa cemas, depresi, fobia sekolah, dsb.
                                            c.            Dengan cara sambil bermain, Karena bagi anak bermain merupakan kegiatan yang dilakukan untuk kesenangan atau kepuasan. Dan dari bermain itulah anak-anak banyak memperoleh informasi yang lebih. Tema pertama dalam bermain anak adalah social, emocional, kognitif dan motorik. Tujuan dari bermain ini anak-anak akan mendapatkan 5A yaitu:
a.       Affection (rasa dicintai)
b.      Acceptance (rasa diterima)
c.       Attention (perhatian dan perawatan)
d.      Approval (desempatan melakukan hal-hal yang disenangi)
e.       Appreciation (penghargaan yang tepat atas hasil kerja dari minat si anak)
                                           d.            Perulangan
Cara ini yaitu seorang pendidik harus mengulang terus yang telah diberikan, supaya anak didiknya tidak mudah lupa dan cepat menangkap pelajaran yang telah diberikan.

0 comments:

Post a comment