Sunday, 21 June 2020

Psikologi dan Hubungan Teks dengan Konseling


A.    Psikologi Hubungan Teks
1.      Keahlian Menulis, Gaya dan Sikap
Menyampaikan pesan menggunakan teks  merupakan suatu keahlian dan suatu seni, tidak seperti dengan berbicara dan agak berbeda dari berbicara dengan beberapa cara yang penting.  Penguasaan seseorang tidak menjamin kesuksesan dengan orang lain.  Sebagian penulis besar dan sastrawan  mungkin tampak canggung atau dangkal di sepanjang percakapan antara pribadi.  Kemampuan seseorang untuk berkomunikasi secara efektif secara jelas tergantung pada kemampuan menulis. Orang-orang yang benci menulis atau yang memiliki kemampuan menulis buruk kemungkinan tidak akan dianjurkan untuk mengikuti terapi yang berbasis pada teks.  Dalam suatu komunikasi asinkronisasi, seperti email dan papan pesan, mereka bisa menikmati “zona refleksi”, dimana mereka bisa mempertimbangkan bagaimana mengekspresikan diri mereka sendiri.  Dalam kasus ini, teks asinkronisasi mungkin kurang dari bentuk komunikasi spontan dibandingkan pidato dan komunikasi sinkron online, seperti chat.  Tidak seperti konservasi lisan, dimana beberapa kata yang diutarakan dan langsung menguap, dan format obyektif. 
Suatu pesan email merupakan suatu paket kecil representasi diri yang diluncurkan ke dalam dunia maya.  Sebagian pengalaman orang seperti bagian dari diri mereka sendiri, suatu pekerjaan kreatif, sebuah hadiah dikirimkan pada rekan online mereka.  Kualitas hubungan teks berakhir pada keahlian penulisan.  Orang-orang yang lebih baik bisa mengekspresikan diri mereka sendiri melalui penulisan, semakin banyak hubungan bisa dibangun dan diperdalam.  Penulisan yang buruk bisa menghasilkan kesalahpahaman dan kemungkinan konflik. 
Dengan ketidak hadiran persepsi akurat terhadap apa yang dicoba orang lain untuk diucapkan, orang-orang cenderung untuk memproyeksikan harapan mereka sendiri, kegelisahan dan beberapa fantasi terhadap yang lain.  Ketika hubungan teks mendalam dan membangun kepercayan, orang-orang bisa membuka keahlian penulisan yang lebih ekspresif.  Mereka menjadi lebih berkemauan untuk mengeksperimen dan menagmbil resiko – tidak hanya apakah pemikiran spesifik atau emosi yang mereka ekspresikan tapi juga dalam kat-kata dan komposisi yang digunakan.  Komposisi bisa meningkat ketika irang-orang merasa aman untuk mengeksplorasi, ini mengalami penurunan ketika mereka merasa terancam, terluka atau marah.  Beberapa perubahan merefleksikan beberapa perubahan perkembangan dalam suatu hubungan.  Penulisan tidak hanya sebagai perangkat untuk membangun hubungan teks.  Tulisan berdampak pada hubungan dan hubungan berdampak pada kualitas tulisan.
ISMHO Clinical Case Study Group (2001) menyarankan bahwa para ahli klinik, sebagai bagian dari fase awal konseling, mengkji keahlian para klien, sikap dan pengalaman masa lau yang berkiatan dengan membaca dan menulis.  Keahlian menulis, membaca dan mengetik seseorang munkin tidak sama, tapi semuanya diperlukan bagi hubungan teks. Keahlian kita dalam pekerjaan klinik yang berbasis teks akan diperdalam ketika kita melanjutkan untuk mengeksplorasi manfaat dari penulisan sederhana.  Mendorong para klien untuk mengekspresikan diri mereka sendiri dengan prosa kalimat bisa membantu mereka untuk mengganti dan memperkuat keragaman proses terapi.  Ini bisa mendorong suatu observasi ego, pandangan mendalam, melalui pekerjaan, perkuatan sumber daya mental psoitif, dan terutama dalam teks yang tidak sinkronisasi, konstruksi terapi narasi pribadi seperti dalam penulisan jurnal dan bibliografi.

2.      Keterbatasan tatap muka dan Isyarat
Kurangnya isyarat dan tatap muka bisa menciptakan ambiguitas.  Tanpa mendengar suara seseorang atau melihat bahasa tubuh dan ekspresi raut muka, anda tidak bisa merasa pasti apa yang dimaksudkan seseorang.  Ambiguitas ini mengaktifkan imajinasi, mengarahkan fantasi dan meningkatkan kecenderungan untuk memproyeksikan harapan anda sendiri,  mengharapkan dan kegelisahan ke dalam sesuatu figure yang tersamar yang terletak pada akhir koneksi online yang lain.  Ketika ini diragukan, kita kembali pada harapan  lama mengenai bagaimana orang-orang berkaitan dengan kita, beberapa harapan yang membangun dalam hubungan awalkita dengan orang tua kiat dan saudara kandung – apa yang para ahli klinik psikoanalitis akan menyebutnya “reaksi transferensi.”  Ketika hubungan teks yang membangun di sepanjang waktu, reaksi ini terhadap orang lain yang bisa saja pasang dan surut.  Ketika anda pertama kali berkomunikasi via teks, transferensi bisa menjadi minim karena anda tidak tahu orang baik dengan baik danbelum membangun investasi psikologi yang kuat dalam hubungan ini.  Beberapa reaksi transferensi lebih siap muncul dipermukaan ketika diiukuti emosional yang mulai membentuk tapi anda masih tidak memiliki perasaan baik bagi seseorang karena kurangnya isyarat dan  tatap muka.  Beberapa momen puncak lainnya ketika beberapa topic emosional muncul tapi anda tidak dapat menunjukkan secara tepat dimana orang lain bertahan terhadap isu tersebut.

3.      Singkronitas
Dalam suatu komunikasi sinkronisasi, seperti chat dan pesan instan, klien dan ahli terapi duduk di depan komputer mereka pada saat yang sama, berinteraksi dengan satu sama lain pada saat itu.  Teks selama chat bisa melibatkan beberapa pertukaran pesan umum dimana suatu tombol diklik untuk mengirimkan pesan dan kemungkinan pesan itu diedit, sama halnya ketika percakapan chat dimana segala sesuatunya bagi yang diketik oleh kedua belah pihak bisa dilihat seperti yang diketik, termasuk jenis huruf, jarak huruf dan huruf yang dihapus, yang  meningkatkan sinkronitas, spontanitas dan makna pengalaman.  Dalam semua jenis chat yang   dimana tindakan pengetikan memperlambat kecepatan, dengan demikian membuat percakapan sedikit kurang sinkronisasi dibandingkan dengan pertemuan tatap muka.  Beberapa faktor teknis, khususnya kecepatan transmisi juga menentukan betapa dekatnya pertemuan chat yang mendekati tempo dalam berhadapan dengan orang lain.  Dalam teks yang termuat di chat, sebagai contoh, “keterlambatan” yang disebabkan oleh jaringan yang sibuk bisa memperlambat percakapan antara klien dan ahli terapi, menghasilkan penghentian beberapa kali atau bahkan beberapa detik  di antara pertukaran yang sedang berlangsung. 
            Bagaimana pun juga, tidak mudah mengetahui kapan harus menunggu untuk melihat jika seseorang akan meneruskan mengetik, ketika membalas atau ketika merubah topik diskusi. Suatu percakapan bisa secara tidak sengaja menjadi perselisihan hingga kedua mitra memperoleh “sinkronisasi.”  Para pengguna yang trampil dalam percakapan online membuat beberapa kalimat yang tidak lengkap atau menggunakan tanda titik pada akhir bagian kalimat...yang membawa temannya kepada pesan berikutnya.  Untuk mengijinkan pengguna lain mengekspresikan ide kompleks, anda mungkin perlu duduk kembali dalam mode pendengar. Sebagian pengguna bahkan menggunakan mengetika kata “mendengarkan” untuk mengindikasikan posisinya kepada pihak lain.  Sebagian orang memiliki rasa intuisi lebih besar tentang netapa cepatnya percakapan berlangsung: ketika berbicara, kapan menunggu dan mendengarkan.  Mereka menguasai suatu pemahaman empati mengenai hubungan teksi sinkronisasi dan orang tertentu dengan siapa mereka melakukan percakapan.
            Pro dan kontra komunikasi sinkronisasi merupakan bentuk cerminan dari komunikasi sinkronisasi ini.  Komunikasi sinkronisasi ini menyediakan kesempatan untuk menjadualkan beberapa sesi yang ditetapkan secara spesifik, periode waktu yang terbatas yang dikenal secara biasanya “penunjukan.” Ini bisa menciptakan koneksi titik demi titik yang meningkatkan perasaan keintiman, presensi, dampak interpersonla dan “tiba secara bersamaan” pada beberapa ide.   Orang-orang bisa menjadi spontan, datang terlambat pada acara, dan tidak menunjukkan tidak tersesat ketika beberapa isyarat temporer yang menunjukkan beberapa makna psikologi yang penting.

4.      Ketidaan Hambatan
Terkadang orang berbagi beberapa hal pribadi mengenai diri mereka sendiri. Mereka menunjukkan emosi rahasia, ketakutan dan harapan dan menunjukan beberapa tindakan tidak biasa yang baik dan pemurah, dan sebagai hasilnya membangun keintiman.  Para ahli klinik berani membuat beberapa intervensi penting dimana mereka akan menahan tatap muka.  Dengan kata lain, efek yang ketiadaan penghalang tidak bisa menjadi begitu tidak berbahaya.  Pengucapan bahasa kita yang kasar, kritik yang merusak, kemarahan, kebencian bahkan ancaman. Orang-orang bertindak di segala cara yang dapat dibayangkan.
            Keintiman terbangun begitu cepat yang dihasilkan dengan penolakan, kegelisahan dan pengakhiran hubungan yang tergesa-gesa.  Para ahli klinik mengucapkan sesuatu yang lebih baik dibiarkan tidak perlu dikatakan.  Pada sisi positifnya, ketiadaan hambatan mengindikasikan suatu upaya untuk memahami dan mengeksplorasi diri sendiri, menyelesaikan problem dan menemukan beberapa cara lebih baik untuk berhubungan dengan orang lain.  Dan terkadang ini sebenarnya merupakan perasaan terharu yang membabi buta, suatu tindakan kebutuhan yang menjijikkan dan keinginan tanpa pertumbuhan pribadi sama sekali. Dalam kebanyakan kasus beberapa factor ini berinteraksi satu sama lain dan melengkapi satu sama lain, menghasilkan bentuk yang lebih kompleks yaitu:
a.       Aninimitas (Anda tidak kenal saya)
b.      Invisibilitas (Anda tidak bisa melihat saya)
c.       Reaksi Penundaan  (Bertemu anda kemudian)
d.      Introjeksi Solipsistik (Semuanya ada di dalam kepala saya)
e.       Netralisasi Status (Kita adalah sama)
Efek dari ketiadaan hambatan online ini bukan satu-satunya factor yang menentukan seberapa banyak orang-orang membuka diri atau bertindak dalam dunia maya.  Kekuatan yang melatarbelakangi perasaan , kebutuhan dan tingkat dorongan memilki suatu pengaruh besar tentang bagaimana orang-orang berprilaku.  Kepribadian juga bervariasi secara besar dalam kekuatan mekanisme pertahanan dan kecenderungan terhadap hambatan atau ekspresi.  Efek ketiadan hambatan online ini berinteraksi dengan beberap variable kepribadian, dalam sebagian kasus menghasilkan penyimpangan kecil dari prilaku orang-orang di dunia nyata dan dalam kasus lain menyebabkan beberapa perubahan dramatis.

5.      Ruang Fluiditas dan Transendensi
Dalam hubungan teks, jarak geografi tidak memposisikan sebagai halangan untuk mengakses orang lain secara online.  Meskipun ratusan atau bahkan ribuan mil jaraknya, hubungan selalu merupakan hal yang kedua, selalu tersedia, selalu siap dijalankan.  Kebanyakan lebih subyektif, rasa psikologi mengenai ruang yang pengganti bidang rasa psikologis fisik.  Seperti yang disebutkan lebih awal, orang-orang bisa mengalami hubungan teks seperti zona intermediasi antara diri sendiri dan orang lain, suatu ruang interpersonal yang merupakan bagian sendiri, bagian yang lain.  Duduk di depan computer dan membuka aplikasi komunikasi yang menjalankan perasaan bahwa seseorang memasuki ruang tersebut.  Bagaimana pun juga, hubungan teks yang sangat alamiah – membaca, menulis, berpikir dan merasakan, semua hal yang di dalam kepala kita ketika kita duduk dengan tenang di hadapan keyboard – mendorong kita untuk melanjutkan menjalankan ruang interpersonal yang diinternalisasikan dengan kita di sepanjang hari.
Meskipun hubungan teks melebihi jarak geografis, mereka tidak melebihi perbedaan budaya yang berhubungan dengan geografi. Orang-orang di seluruh dunia  memiliki kebiasaan berbeda untuk melakukan percakapan dan membangun hubungan, termasuk hubungan teks.  Suatu aturan penggunaan jempol yang baik dalam percakapan dengan orang dari negeri lain merupakan cara bersikap sopan yang sepatutnya dan bersahabat dan sejelas mungkin dengan apa yang anda tulis. Kembangkan email anda dengan kekuatan empati.  Kecuali jika anda sangat pasti dengan hubungan anda dengan seseorang, hindari perkataan/ ucapan sehari-hari, logat popular, humor, ucapan tidak langsung, terutama beberapa upaya halus secara sinisme dan sarkasme, yang sulit disampaikan dalam teks dalamkondisi terbaik.  Dimulai dengan secara sopan dan kemudian melemahkan hubungan yang dibangun lebih aman dibandingkan perlakuan yang tidak hati-hati dan mencoba memperbaiki kerusakan.

6.      Keseragaman Sosial
Keberagaman sosial menciptakan beberapa peluang bagi varitas yang menakjubkan bagi kelompok kerja.  Orang-orang yang mengalami problem yang sama, bahkan problem yang tidak biasa, dengan mudah bisa bergabung bersama dengan seorang ahli klinik dalam suatu kelompok papan pesan atau email, tanpa memandang pada lokasi geografis mereka.  Dengan penambahan pada kemampuan ini untuk membentuk keunikan, kelompok yang berfokus pada topic, keberagaman sosial online yang menciptakan beberapa peluang bagi format kelompok dan proses tidak selalu memungkinkan dalam pertemuan tatap muka.  Menggunakan beberapa interaksi bidang, suatu kelompok bisa berfungsi dengan beberapa tingkat yang berbeda menggunakan dua saluran komunikasi berbeda dengan satu saluran yang mungkin bisa berfungsi sebagai metadiskusi dengan orang lain, peningkatan yang dimediasi oleh computer, dengan kemungkinan suatu unti, secara spontan, pengalaman sinkronisasi dan meta diskusi yang tidak  sinkronisasi,  Pada kelompok tertentu, orang-orang bisa berkomunikasi satu sama lain ketika dapat secara tidak tampak berkomunikasi dengan satu atau lebih orang dalam kelompok itu. 

7.      Gangguan Media
Ada sejumlah momen ketika piranti lunak dan perangkat keras tidak bekerja dengan semestinya, ketika suara yang menginterupsi dalam komunikasi atau ketika koneksi terputus.  Server yang sibuk menghasilkan suatu kemogokan dimana secara drastic memperlambat percakapan chat.  Server bisa mengalami benturan, mencegah setiap orang dari memperoleh pesan pada papan pesan.  Email kita dimana kita secara hati-hati membangunnya dengan identitas special dan bentuk huruf yang berbeda dan warna berbeda bisa mengalami kehilangan semua formatnya ketika ini melalui server email yang tidak memperhatikan keyboard kreatif kita – secara esensial, suatu problem  muncul dalam kondisi penerjemahan.  Ini akan menjadi sebuah momen dalam suatu hubungan teks ketika kita tidak menerima balasan dan tidak ada pesan kesalahan sama sekali, semuanya meninggalkan kepada kita dengan mengharapkan apakah problem ini teknis atau interpersonal. 
Suatu fakta mengenai ahli klinik online perlu dipertimbangkan ketika memilikih perangkat mereka.  Bahkan dalam beberapa saluran yang stabil, para hli terapi bisa mengukur konfirmasi bahwa penerjemahan mekanis pesan adalah akurat dan menciptakan posedur komunikasi cadangan jika saluran utama mengalami kegagalan.

8.      Badan Pesan
Manusia adalah makhluk yang penasaran.  Ketika berhadapan dengan rintangan, mereka menemukan semua cara yang kreatif untuk dapat melaluinya, terutama ketika rintangan ini melibatkan komunikasi.  Terlepas dari batasan auditori dan visual yang berhubungan dengan teks untuk mengatasi beberapa batasan pesan teks – beberapa tehnik yang memberikan vocal, kualitas kinestetik terhadp pesan dan yang menciptakan pesan metaporis. Mereka berusaha membuat percakapan teks menjadi kurang lebih seperti surat pos dan lebih menyerupai tatap muka yang berhadapan .  Dengan penambahan pada penggunan huruf, warna, spasi,   dan indent, beberapa strategi keyboard kreatif ini adalah sebagai berikut:
a.       Emosi  seperti smiley, winky dan frown sepertinya merupakan karakter sederhana yang diatur  sedemikian rupa untuk meangkap beberapa nuansa halus dari pengertian dan emosi.  Smiley seringkali digunakan untuk mengklarifikasi perasaan pbersahabat ketika sebaliknya nada kalimat mungkin menjadi ambisius.  Winky seperti menyikut mitra email anda, yang mengimplikasikan bahwa anda berdua mengetahui sesuatu yang tidak perlu diucapkan. Frown digunakan untuk mengekspresikan ketidaksenangan pribadi atau kesedihan, atau untuk menunjukkan simpati terhadap email mitra yang tidak bahagia.
b.      Ekspresi Parentical , yang  memberikan bahasa tubuh atau pemikiran “subvokal” dan perasaan (desahan, perasaan tidak pasti di sini).  Mereka merupakan suatu usaha niat untuk memberikan beberapa perasaan yang mendasari atau bentuk pemikiran, hampir secara implisitas dikatakan, “ Hei, jika ini adal sesuatu yang tersembunyi atau tidak sadar masuk ke dalam diri saya, maka kemungkinannya adalah ini.”
c.       Aksen suara  via penggunaan huruf besar, tanda bintang atau karakter keyboard lainnya dengan maksud untuk mengganti huruf “PENEKANAN” pada kata atau kalimat tertentu.
d.      Trailer  yang mengindikasikan penghentian dalam pemikiran ------atau tarnsisi pada aliran pemikiran seseorang. 
e.       LOL  merupakan akronim bagi “tertawa yang meledak-ledak” dimana bertindak sebagai perangkat untuk merespon sesuatu yang lucu tanpa secara actual berkata “ Oh, itu lucu sekali”  Ini dirasa lebih alamiah dan spontan – lebih menyerupai cara dimana anda akan merespon dalam situasi f2f.
f.       Poin ekslamasi  yang cenderung memperjelas perasaan yang sebaliknya atau teks yang kedengarannya serius.  Teks yang dibumbui dengan ekslamasi pada tempat yang tepat, memperikan tekstur yang beragam mengenai energy yang mendasari perasaan dan antusiasime.
g.      Akronim Ekspresif , seperti imo (dalam pandangan saya) dan jk (hanya bergurau) digunakan sebagai ekspresi singkat.
Dengan beberapa hal tersebut di atas, praktek menghasilkan kesepurnaan, sehingga orang-orang cenderung menemukan nada yang tepat dan meningkatkan ekspresivitas teks mereka di sepanjang waktu.    Ketika suatu hubungan yang terbangun, mita juga menjadi lebih sensitive terhadap nuansa ekspresi teks satu sama lain.

9.      Periferal Pesan
Beberapa fitur pesan komunikasi interpersonal yang disekitar badan pesan dalam papan diskusi yang menposting dan terutam email.  Terkadang  kita melihat berlebihan terhadap beberapa fitur peripheral dan ditujukan secara langsung bagi inti pesan.  Meskipun demikian, seperti halnya dengan para ahli klinik online yang terkenal, pesan peripheral ini bisa menghasilkan terkadang jelas, terkadang halus, tapi selalu pandangan mendalam yang bermanfaat masuk ke dalam psikologi orang lain dan hubungan kita dengan orang.

10.  Username
Username (nama pengguna) dari orang-orang yang memilih merefleksikan identitas dimana mereka ingin menghadirikannya secara online.  Nama yang dipilih mungkin bisa berupa nama sebenarnya, pseudonym atau kombinasi keduanya.  Menggunakan nama orang sebenarnya mengindikasikan seuatu keinginan untuk memudahkan bagi seorang diri.  Ini merupakan sebuah presentasi secara langsung.  Pseudonim bisa menjadi lebih msiterius, dapat dimainkan, menunjukkan beberapa pendekatan.

No comments:

Post a comment

3 Konseling/penanganan Terhadap Siswa Yang Mengalami Depresi

Konseling/penanganan Terhadap Siswa Yang Mengalami Depresi 1.    Intervensi Pastikan siswa memiliki nama dan nomor telepon orang untu...