Friday, 26 June 2020

KONSELING KESEHATAN MENTAL DAN KOMUNITAS


1.      KONSELING KESEHATAN MENTAL DAN KOMUNITAS
A.       Konseling Kesehatan Mental   
Kesehatan mental oleh Surgeon General of United States didefinisikan sebagai kinerja fungsi mental yang sukses, yang menghasilkan aktivitas produktif, hubungan dengan orang lain yang memuaskan dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan dan menangani kesulitan dari sejak masa kanak-kanak sampai kehidupan berikutnya. Kesehatan mental adalah modal untuk berpikir dan keahlian berkomunikasi, pembelajaran, pertumbuhan emosi, fleksibilitas, dan percaya diri.         
Kesehatan mental ini dapat diupayakan melalui pencegahan primer dan peningkatan kesehatan mental yakni ”sebelum fakta/kejadian terjadi”. Kegiatan ini juga dikenal dengan pencegahan primer, jika berhasil pencegahan primer pada akhirnya akan menghasilkan individu dan komunitas dengan penyesuaian diri yang lebih sehat dan lebih baik. Selain itu juga diupayakan adanya pencegahan sekunder dan tersier. Pencegahan sekunder adalah upaya mengendalikan masalah kesehatan mental yang sudah ada di permukaan tetapi belum parah. Sedangkan pencegahan tersier dilakukan sebagai upaya mengendalikan masalah kesehatan mental yang serius agar tidak terjadi kronis atau mengancam kehidupan.
Hall dan Tores dalam  Glading (2012:558) menjelaskan model Bloom yang dapat dilakukan sebagai upaya pencegahan:
1)    Konselor harus bekerja untuk meningkatkan kekuatan individu dan mengurangi keterbatasan individu.
2)    Mereka harus meningkatkan dukungan sosial (contohnya melalui orang tua dan teman sebaya) dan mengurangi tekanan sosial.
3)      Variabel lingkungan seperti kemiskinan, bencana alam,                        dan program komunitas bagi remaja, harus diatasi.
Mereka yang mendukung profesi ini mengatakan bahwa di luar kekurangan yang ada, konseling kesehatan mental adalah sebuah profesi yang khusus karena kurikulumnya (mencakup psikodiagnosis, psikopatologi, psikofarmakologi dan rencana perawatan.
B.     Konseling Komunitas
Konseling komunitas mempunyai awal yang khas. Istilah ini diciptakan pada awal tahun 1970-an pertama kali oleh Amos dan Williams. Sayangnya istilah tersebut tidak spesifik awalnya. Bahkan di ACA sampai saat ini tidak ada divisi konseling komunitas apapun, tetapi sebagai gantinya di dalam divisi-divisi ACA didirikan komite dan kelompok minat di bidang konseling komunitas. Oleh karena begitu bervariasinya pekerjaan dan spesialisasi mereka, para pelaksana konseling tetap saja lebih menjadi latar belakang. Inilah yang membuat definisi konseling komunitas lebih didasarkan pada lingkungan kerja daripada oleh proses maupun orientasi.
Mereka yang berkonsentrasi pada bidang ini adalah praktisi umum dan didefiniskan lebih oleh keadaan/lingkungan tempat mereka bekerja daripada oleh populasi yang mereka layani ataupun perawatan yang mereka tawarkan. Karena mereka adalah praktisi umum, knselor komunitas bekerja di berbagai lingkungan. Sebagai suatu kelmpok, konselor komunitas mengidentifikasikan diri sebagai konselor walaupun beberapa diantaranya lebih dikenali melalui spesialisasi pelatihan yang diikutinya seiring dengan berlalunya waktu.
Konseling kesehatan mental sebagai suatu spesialisasi
Konseling kesehatan mental adalah suatu  bidang antar disiplin baik dalam sejarahnya, lingkungan praktik, pengetahuan/skil yang dimainkan (Spruill & Fong, 1990,p.19). Konselor kesehatan mental bekerja dalam berbagai lingkungan termasuk pusat kesehatan mental, lembaga komunitas, rumah sakit psikiatris, organisasi yang menangani kesehatan mental (HMi Os) program bantuan kerja (EAPs) program peningkatan kesehatan dan kesejahteraan (HWPs) mereka memberi konseling pada berbagai kelompok klien, termasuk korban pemerkosaan, keluarga yang depresi, orang-orang yang berpotensi atau cenderung untuk bunuh diri, mereka memberi konsultasi, mendidik, dan kadang-kadang juga mengerjakan tugas ( Hosie, West, & Mackey, 1988; West,Hosie mackey, 1987)
Konselor kesehatan mental mempunyai keahlian konseling dasar selain keahlian khusus yang berkaitan dengan kebutuhan dan minat dari populasi tertentu atau masalah tertentu.
Fungsi dan Teori
Konseling kesehatan mental difokuskan  pada dua masalah utama yang memiliki dampak teoritis sebagai berikut:
1.      Pencegahan dan peningkatan kesehatan mental
2.      Perawatan kelainan  dan disfungsi. Kedua topik akan terus menarik perhatian karena mempertimbangkan tugas utama konselor kesehatan mental.
DAFTAR PUSTAKA

Samuel T.Glading (2012). Konseling: Profesi yang Menyeluruh. Jakarta: Permata Puri Media.

0 comments:

Post a comment